Kembangkan Jiwa ‘Entrepreneurship’, Pesantren SPEAM Pasuruan Bekali Santrinya ‘Life Skill’

0
462
Kembangkan Jiwa Entrepreneurship, Pesantren SPEAM Pasuruan Bekali Santrinya ‘Life Skill’
Kembangkan Jiwa Entrepreneurship, Pesantren SPEAM Pasuruan Bekali Santrinya ‘Life Skill’.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Pondok Pesantren Entrepreneur Al-Maun Muhammadiyah (SPEAM) Kota Pasuruan menyiapkan santri-santrinya tidak hanya mumpuni dalam bidang ilmu agama, tetapi juga memiliki bekal ilmu pengetahuan dan kreativitas melalui keterampilan-keterampilan yang bernilai ekonomi tinggi untuk menghadapi tantangan-tantangan di era globalisasi.

Untuk itu Pondok Pesantren Entrepreneur Al-Maun Muhammadiyah mendorong para santrinya agar mengembangkan wirausaha yang difasilitasi oleh pihak pondok pesantren.

Di antara bentuk entrepreneur yang dipraktikkan kepada santri SPEAM adalah membuat makrame. Makrame adalah seni mengkiat tali. Jadi, faktor utama dalam kerajinan ini adalah membuat simpul tali.

Kerajinan dari bahan kain maupun serat alam banyak diproduksi sebagai barang hias atau pendukung interior, salah satunya makrame. Makrame sebagai ragam hias banyak dipakai pada aksesoris busana dan juga barang lain karena bersifat dekoratif.

Makrame yang dibuat oleh kelompok entrepreneur handy craft kali ini adalah membuat tempat tisu bulat. Dengan berbekal empat tali: dua tali berukuran 2 meter dan dua lagi berukuran 20 cm, para santri berhasil merampungkan pekerjaannya tidak lebih dari satu jam.

Muhammad Raizel Zaidan, santri kelas VIII, menyampaikan bahwa ini adalah pengerjaan makrame yang kedua kalinya. Sebelumnya pada pekan lalu juga membuat makrame untuk penyangga pot bunga.

“Untuk mengerjakan sebuah penyangga pot pada pekan lalu memang agak lama. Karena baru pertama kali kami belajar,” ungkapnya.

“Tapi setelah terbiasa, untuk membuat makrame untuk tempat tisu, kami bisa menyelesaikannya dalam waktu satu jam,” imbuhnya.

Muhammad Abyan Royyan, santri kelas IX, menambahkan, untuk membuat makrame yang dibutuhkan adalah kejelian dan kecermatan menyusun tali menjadi simpul-simpul yang menarik.

“Ada dua simpul yang diajarkan oleh pelatih dalam membuat makrame untuk tempat tisu ini: simpul dua sisi dan satu sisi,” ujarnya.

Selain hasilnya yang menarik, membuat makrame tidak harus memerlukan biaya dan peralatan yang mahal. Tapi jika sudah jadi sebuah karya, kalau dijual mahal harganya.

Bagi Royyan dan Zaidan, membuat makrame sangat menyenangkan. Apalagi, membuat kerajinan semacam ini biasanya dilakukan oleh perempuan, tapi ternyata itu tidak selamanya berlaku. Laki-laki juga bisa membuat makrame. (Dadang Prabowo/AS)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini