Peringati 100 Hari Jadi Mendag, Pedagang Pasar: Zulhas Terlalu Banyak Pencitraan

0
480
Peringati 100 Hari Jadi Mendag, Pedagang Pasar: Zulhas Terlalu Banyak Pencitraan
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) memberikan sorotan tajam terhadap Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan atau Zulhas, pasca 100 hari bekerja. Ketua Bidang Penguatan Usaha dan Investasi DPP IKAPPI, Ahmad Choirul Furqon, mengatakan hasil kinerja Zulhas belum terlihat.

“Khususnya hak yang berkaitan dengan pedagang pasar,” kata Furqon dalam keterangan tertulisnya yang dikutip, Kamis (29/9/2022).

Dia menuturkan belum ada capaian dan keberhasilan program Mendag pada momentum 100 hari bekerja. “Kami berharap Menteri Zulhas terus fokus terhadap kerja yang menyentuh kehidupan masyarakat kecil,” katanya.

IKAPPI, lanjut Furqon, mengingatkan Zulhas agar tidak terlalu banyak pencitraan. Menurutnya, jika kinerjanya sebagai Mendag baik maka tingkat kepercayaan masyarakat terhadap partai yang dipimpinnya juga akan naik.

Karenanya, kata Furqon ketika harga sembako terus naik pasca kenaikan harga BBM, Zulhas sebagai Mendag bisa muncul sebagai problem solver. “Jadi urusan pencitraan kami harap dikesampingkan terlebih dahulu,” ucapnya

Furqon menegaskan bahwa saat ini banyak yang harus dipelajari Zulhas. Karena itu, IKAPPI berharap Zulhas lebih fokus dalam memperlajari permasalahan, sepeti melakukan evaluasi harga eceran tertinggi (HET) dan mempermudah distrubusi pangan. IKAPPI mengingatkan Zulhas akan instruksi Presiden Joko Widodo atau Jokowi soal food security.

“Mendag Zulhas harus ingat pesan Presiden Jokowi soal krisis pangan,” kata Furqon.“Sudah berkali-kali Presiden memberikan peringatan tegas soal bahaya krisis pangan, apabila hal ini tidak diindahkan tentu ini menyalahi aturan, padahal tugas seorang menteri yaitu membantu Presiden dalam manajemen negara.”

Menurut Furqon, presiden memberikan imbauan terebut berdasarkan data yang akurat. Terlebih Food And Agricultural Organization (FAO) juga berkali kali memberikan peringatan adanya bahaya krisis pangan.

“Kementan sebagai kementerian teknis yang menyiapkan produk, Kemendag sebagai manajemen dalam distribusi barang, kalau kedua lembaga ini kerja sama dengan baik, maka Indonesia tidak akan ada krisis pangan,” kata Furqon.(Tm)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini