13 Calon Ketum Muhammadiyah Hasil Survei Kader Muda

0
5802
13 Calon Ketum Muhammadiyah Hasil Survei Kader Muda
Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Gelar Muktamar Tatap Muka di Surakarta.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Muktamar Muhammadiyah ke-48 akan memilih Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk periode 2022-2027. Sebanyak 92 nama kandidat kini telah lolos verifikasi oleh panitia pemilihan muktamar.

“Sekarang ini dilaporkan oleh panitia pemilihan ada 92 nama yang sekarang ini dinyatakan lolos verifikasi oleh panitia pemilihan, sebelumnya 96. Kemudian berkurang dari 96 jadi 94, 94 berkurang lagi karena 1 orang meninggal dunia 1 orang mengundurkan diri,” kata Sekretaris PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti kepada wartawan di gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Mu’ti mengatakan pemilihan ketum PP Muhammadiyah akan dilakukan dalam Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah’ ke-48 pekan depan. Dia menuturkan pengesahan ketum itu juga akan dilakukan dalam Muktamar tersebut. “Nah, pemilihan yang e-voting itu adalah yang dari 92 menjadi 39 itu e-voting, kemudian nanti dari 39 itu ke 13 itu e-voting,” ujarnya.

“Tetapi untuk ketua umum itu memang ditetapkan di Muktamar karena Muhammadiyah tidak mengenal sistem demisioner sehingga kalau misalnya terjadi pergantian ketua umum ya serah terima langsung di situ, kalau ketua umumnya sama ya tetep langsung dikukuhkan di situ juga walaupun kelengkapan yang lain itu belum tersusun, tetapi ketua umum bisa langsung bekerja karena sudah ditetapkan oleh Muktamar,” lanjutnya.

Dia menuturkan, dari 92 nama calon PP Muhammadiyah itu akan dipilih menjadi 39 nama dalam Sidang Tanwir, Jumat (18/11) depan. Kemudian, 39 nama itu akan dikerucutkan menjadi 13 nama hingga terpilih ketum PP Muhammadiyah dalam Muktamar.

“Pertama kan penjaringan, itu sudah. Kemudian, verifikasi, itu sudah. Kemudian yang ketiga nanti pengesahan, pengesahan itu nanti dilakukan dalam sidang Tanwir tanggal 18 November dan selain pengesahan itu juga pemilihan. Pemilihan dari calon-calon yang dinyatakan sah, itu dipilih 39 dalam sidang Tanwir. Nah 39 nama yang terpilih dalam sidang Tanwir itu nanti dibawa dalam Muktamar untuk dipilih 13 orang,” tuturnya.

Dia mengatakan ada sekitar 2.000 anggota Muktamar yang memiliki hak suara dalam e-voting ketum PP Muhammadiyah tersebut. Dia menyebut jumlah anggota Muktamar yang hanya memiliki hak tanggapan jauh lebih banyak.

“Jumlahnya sekitar 2.000 sekian saya tidak hafal namanya karena terus progresif, dan sekarang ini seluruh anggota itu sudah ada datanya di kami, by name, by address, bahkan by e-mail, dan by phone,” ucapnya.

Menariknya suara terbanyak belum tentu jadi ketum. Wajar kalau Muktamar Muhammadiyah begitu syahdu, damai, dan gembira. Tidak ada kasak-kusuk kandidat ketum. Berikut bocorannya, sosok yang potensial masuk 13 pimpinan pusat Muhammadiyah.

1 Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si.

Calon pertama tentu saja Prof. Haedar Nashir. Sebagai petahana, Pak Haedar jelas merupakan calon terkuat. Meski pandemi, Muhammadiyah di bawah kepemimpinan Pak Haedar jalan terus dengan amal usaha dan karyanya untuk kemajuan dunia dan akhirat. Rasanya butuh kejadian luar biasa untuk menggantikan Pak Haedar dari posisinya. Beliau masih sangat layak satu periode lagi.

2 Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed

Calon kuat berikutnya ada pada sosok Abdul Mu’ti yang saat ini sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah. Sebagai sosok yang relatif muda di jajaran PP Muhammadiyah, Pak Mu’ti cukup dikenal oleh publik, baik di kalangan tokoh bangsa, dunia internasional, media, maupun warga akar rumput sebagai dai kondang yang humoris. Sampai-sampai Pak Mu’ti mendapat julukan sebagai Bapak Muhammadiyyin Garis Lucu.

3 KH Dr. Saad Ibrahim, M.Ag

Kiai Sa’ad, Ketua PW Muhammadiyah Jatim ini bisa menjadi calon poros ketiga yang bisa mengganggu stabilitas suara Pak Haedar ataupun Pak Mu’ti. Hal ini terutama Pak Saad berasal dari wilayah dengan jumlah warga Muhammadiyyin terbanyak di seluruh Indonesia, yakni Jawa Timur. Muhammadiyah Jawa Timur dikenal paling maju amal usahanya dan menjadi penggerak PWM se-Indonesia. Karenanya itu wajar jika di muktamar, suara Jatim selalu menentukan.

4 Dr. Tafsir, M.Ag

Selain Jawa Timur, ada tokoh dari Jawa Tengah yang tidak bisa diremehkan. Beliau adalah KH. Dr. Tafsir, M.Ag, Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah tokoh kharismatik yang ramah tradisi dan budaya. Tokoh ini memiliki kemampuan guyon yang mampu menyihir jamaah saat pengajian. Selain itu, modal sebagai tuan rumah muktamar juga menjadi faktor penting. Masalahnya, menurut kabar angin, beliau tidak mengembalikan berkas kesediaan untuk dicalonkan.

5 Hajriyanto Y. Thohari

Pak Hadjri adalah paket lengkap. Politisi, penulis, intelektual, humoris, ulama, muballigh. Beberapa kali terpilih menjadi Anggota DPR RI sejak 1997 dan pernah menjadi Wakil Ketua MPR RI, kini sebagai Dubes RI untuk Lebanon. Tapi masalahnya beliau tidak di Indonesia, masak ketum di luar negeri terus.

6 Prof. Hilman Latief, M.A., Ph.D

Sebagai Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag RI, Kang Hilman memang kecil kemungkinan maju menjadi calon Ketum PP Muhammadiyah, terutama karena kesibukan dan usia yang relatif muda. Meski begitu, kalau ngomong soal kelayakan, ya jelas layak. Profesor studi Islam, teknokrat yang mendunia. Kang Hilman sangat berhasil saat jadi Ketua LazisMu PP Muhammadiyah dalam usia tergolong muda.

7 Prof. Syamsul Anwar

Sebagai organisasi Islam, Muhammadiyah layak dipimpin sosok ini. Sudah 22 tahun Prof. Syamsul Anwar menjadi Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Sebuah lembaga bergengsi, karena membawahi persoalan keagamaan. Menurut info A1, beliau berulang kali nggak bersedia dicalonkan sebagai pimpinan. Lalu, apakah ini saat yang tepat?

8 Ustaz Adi Hidayat (UAH)

Nama Ustaz Adi Hidayat (UAH) memang mengejutkan dalam daftar. Tapi berdasarkan survei akar rumput, UAH memang sosok yang paling banyak dikenal warga Muhammadiyah, beda dengan tokoh-tokoh lain yang biasanya low profile. Jika UAH bisa jadi Ketum PP Muhammadiyah, kami yakin beliau akan membuat jamaah makin rajin dan banyak ikut pengajian.

9 DR. Busyro Muqoddas

Busyro Muqoddas menjadi salah satu kandidat Ketum PP Muhammadiyah dan 13 formaturnya. Mantan pimpinan KPK ini percaya sepenuhnya dengan mekanisme pemilihan yang ada di ormas tersebut.

Selepas purna tugas dari KPK pada akhir tahun 2014, pria asal Yogyakarta ini kini kembali mengajar di Fakultas Hukum UII. Kiprah Busyro Muqoddas cukup gemilang di bidang penegakan hukum dan menjadi benteng Muhammadiyah dalam memerangi persoalan korupsi dan penegakan hukum lainnya. Namun, kebutuhan seorang pemimpin Muhammadiyah disesuaikan dengan perkembangan zaman.

10 Prof. Dr. Dadang Kahmad 

Dadang Kahmad yang merupakan Guru Besar Sosiologi Agama pada Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung dan STAI Muhammadiyah. Perhatian utamanya adalah bagaimana agama mempertahankan diri dari desakan modernitas dan perubahan sosial, beliau juga aktivis Muhammadiyah, pernah dipercaya sebagai ketua Pusat Studi Sunda. Dadang Kahmad pernah menjabat sebagai Pimpinan Wilayah Jawa Barat Periode 2005-2010. Saat ini menjabat sebagai salah satu ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang membidangi Pustaka dan Informasi.

11 Prof Dr Muhadjir Effendy

Selanjutnya, Prof Dr Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) mulai disebut menjelang Muktamar ke-48 Muhammadiyah. Tentu saja mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu, dinilai laik sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah.

12 DR. Drs. H. Imam Addaruqutni

Wakil rektor I bidang akademik/ilmiah Institut PTIQ Jakarta dan mantan ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah, serta Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia (DMI) adalah paket lengkap yang dibutuhkan Persyarikatan Muhammadiyah. Politisi, intelektual, humoris, ulama, muballigh, serta sering tampil di forum internasional sebagai pembicara, delegasi Indonesia.

Dr. Imam Addaruqutni, mengatakan Muhammadiyah sebagai perwakilan Islam berkemajuan selalu menyampaikan pesan damai. Dia menyebut, sudah sejak lama Muhammadiyah mencoba mempromosikan nilai-nilai moral dan akhlaq, serta pendidikan.

Ia menyampaikan bahwa hubungannya dengan sistem dan pendidikan. Muhamadiyah juga deklarasikan keterdesakan untuk promosikan kemajuan Islam, saat menjadi pembicara Forum Religion Twenty (R20) di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali.

13 Sunanto (Cak Nanto)

Sosok yang satu ini adalah Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah. Jika semua calon yang tersebut di atas tidak ada yang bersedia, Cak Nanto jadi pilihan yang patut dipertimbangkan.

Demikian 13 tokoh yang layak menjadi ketua umum Muhammadiyah berdasarkan survei akar rumput yang beredar dari kader persyarikatan Muhammadiyah.(Tm)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini