KH Sholeh Darat Ulama Besar Semarang, Guru Tokoh NU-Muhammadiyah

0
840
KH Sholeh Darat Ulama Besar Semarang, Guru Tokoh NU-Muhammadiyah
KH Sholeh Darat Ulama Besar Semarang, Guru Tokoh NU-Muhammadiyah.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Ketua PCNU Kota Semarang, KH Anasom tengah memperjuangkan gelar pahlawan nasional bagi KH Sholeh Darat. KH Sholeh Darat merupakan ulama tokoh dakwah Islam di Semarang dan guru bagi beberapa pahlawan nasional.

Setidaknya, ada tiga orang bergelar pahlawan nasional terkenal yang pernah berguru pada Sholeh Darat yakni RA Kartini, KH Ahmad Dahlan yang merupakan tokoh Muhammadiyah, dan KH Hasyim Asyari tokoh Nahdlatul Ulama (NU).

“Kalau garisnya sih yang langsung, yang nyantri ke beliau ya itu tadi. Dari garis Mbah Kiai Hasyim Asyari kan beberapa juga sudah punya banyak yang mendapat gelar pahlawan seperti Kiai Wahab juga pahlawan,” kata Anasom saat ditemui di rumahnya, Jalan Sendang Utara, Pedurungan, Semarang, (13/11/2022).

Sholeh Darat sebenarnya bernama asli Muhammad Saleh. Dia diperkirakan lahir sekitar tahun 1820 di Desa Kedung Cumpleng, kecamatan Mayong, Jepara.

Namun, sosoknya lebih dikenal dengan nama Kiai Sholeh Darat. Nama itu didapat karena dirinya merupakan pengasuh pondok di daerah Darat, Semarang Utara, Kota Semarang.

Sholeh meninggal di Semarang tahun 1903. Ia dimakamkan di TPU Bergota dan hingga kini masih banyak peziarah yang mengunjungi makam tokoh ulama terkenal ini.

“Dugaan saya itu Mbah Sholeh sudah punya pesantren di Darat kemudian dengan pengaruh beliau sebagai kiai sepuh saat itu, yang juga sangat berpengaruh di Jawa. Beliau juga punya jadwal pengajian di Demak, Masjid Agung Demak, mungkin pengajiannya rutin di sana, nah salah satu yang juga sering ikut ya Kartini,” ucap Anasom.

KH Sholeh Darat Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Anasom mulai mengkaji tentang Sholeh Darat sejak dirinya kuliah di Universitas Gajah Mada (UGM). Waktu itu, kajian tentang Sholeh Darat mengantarkannya lulus dari Prodi Magister Sejarah UGM.

“Saya kuliah S2 di UGM karena kuliah saya ini di Fakultas Ilmu Budaya, khusus untuk prodinya itu sejarah saya kemudian mencoba mengkaji tentang dakwah Islam di Semarang, khusus dari sisi tokoh dakwah atau dainya,” katanya.

“Yang kemudian sangat fenomenal setelah kita kaji kan ternyata KH Hasyim Asyari pendiri NU, kemudian KH Ahmad Dahlan pendiri organisasi Muhammadiyah ternyata punya riwayat mengaji di Pondok Pesantren Darat. Ini cukup masyhur kalau ini ya,” sambung Anasom.

Ketertarikannya dengan Sholeh Darat juga membuatnya menginisiasi pengajuan gelar pahlawan nasional bagi ulama tersebut. Pada tahun 2015, bersama tokoh NU lain, Anasom mengajukan gelar pahlawan bagi Sholeh Darat.

“Memang di situ itu ada banyak hal yang harus dikaji pengaruh dari Mbah Sholeh itu juga harus dikaji dari berbagai aspek, yang agak ribet karena sering kali kepahlawanan itu dihubungkan dengan senjata,” katanya.

Anasom menilai jasa dari Sholeh Darat sangat besar bagi terbentuknya Indonesia. Meski tak ada perlawanan fisik, Sholeh Darat sangat berjasa di bidang pendidikan bagi masyarakat luas.

Kiai Sholeh Darat dikenal dengan berbagai kitabnya di bidang fiqih, tasawuf, dan tafsir. Berbagai kitabnya juga dibuat menggunakan tulisan Arab berbahasa Jawa atau pegon agar banyak masyarakat umum mengerti.

Salah satu yang tersohor ialah kitab berjudul Faidlur Rahman fi Bayani Asrarir Qur’an. Konon, kitab itu merupakan kitab tafsir pertama yang menggunakan pegon.

Kitab-kitab Sholeh Darat juga tak hanya dipakai di pengajian-pengajian di pondok pesantren namun juga di berbagai majelis taklim. Tak hanya di Jawa, Sholeh Darat juga menjadi ulama sentral di banyak daerah lain pada masanya.

Hingga kini, berbagai kitabnya masih dijadikan pegangan dan diajarkan kepada masyarakat. Anasom percaya bila banyak tokoh nasionalis yang terinpirasi dari Sholeh Darat.

“Saya melihat dari beliau aktif mengaji, kemudian beliau juga, tokoh-tokoh nasionalis itu menurut saya inspirasinya dari beliau dan memang kitab-kitab beliau itu penting, beliau juga menjelaskan itu,” jelasnya.(d1)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini