Presiden Jokowi Sindir Para Menteri Hanya Datang saat Ada Masalah: Makan-Makan Tak Pernah Ajak Saya

0
1455
Presiden Jokowi Sebut 22 Negara Setop Ekspor Beras, Efek Nyata Perubahan Iklim
Presiden Joko Widodo.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kekesalannya kepada para menteri, walau dengan nada bercanda. Jokowi menyebut bila ada masalah atau problem dirinya selalu mendapatkan laporan, tetapi bila senang tidak ada yang mengabarinya.

Dirinya menyampaikan hal tersebut dalam Outlook Perekonomian Indonesia 2023 seperti disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (21/12/2022).

“Tapi yang pusing-pusing biasanya diberikan kepada saya. Kalau yang masalah, yang problem Menteri-menteri itu mesti menghadap saya, tapi yang enak-enak kayak kemarin nyanyi-nyanyi makan-makan tidak pernah mengajak saya,” kata Jokowi.

Jokowi sebelumnya membicarakan banyak hal terkait persoalan ekonomi yang akan dihadapi oleh Indonesia, salah satunya pada 2023 di mana akan berhadapan dengan resesi.

“Situasi yang kita hadapi sekarang ini bukan situasi yang gampang, situasinya sangat sulit, diprediksi sulit dihitung, dan teori-teori standard semuanya sudah sulit untuk kita pakai lagi, karena semuanya sekarang keluar tidak berdasarkan pakem-pakem yang ada,” kata Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini lantas membandingkan kondisi ekonomi Indonesia saat ini dengan tahun 2014. Baginya kondisinya jauh berbeda dengan perbaikan yang luar biasa.

“Oleh sebab itu saat itu saya sampaikan kita harus berani merubah ini, reformasi struktural kita agar hal-hal yang membahayakan ekonomi makro kita ini bisa kita lakukan, termasuk urusan SBN, SBN saat itu 38,5 persen dikuasai oleh asing, sekarang tinggal 14,8 persen yg dikuasai asing,” paparnya.

“Karena kalau masih dikuasai asing, begitu goyah sedikit makro kita, keluar berbondong bondong goyah pasti kurs kita. Ini upaya-upaya yang kita lakukan, coba kita lihat sekarang neraca transaksi berjalan kita di kuartal III 2022, sudah surplus 8,9 miliar USD di Q3, ini 0,9 persen PDB kita. Artinya perbaikanperbaikan itu betul-betul nyata dan kelihatan dalam angka-angka,” pungkasnya.(Su)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini