Bukan Reshuffle NasDem, Ternyata Jokowi Kelewat Takut Lawan Anies sampai Harus Panggil Surya Paloh?

0
2631
Jika NasDem Ditendang dari Pemerintah, Koalisi Perubahan Potensial Jadi Oposisi Kuat
Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh bertemu Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi di Istana, Kamis (26/1/2023) sore.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Diam-diam Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, sudah menggelar pertemuan pada Kamis (26/1/2023).

Praktis pada hari tersebut terjadi berbagai peristiwa politik yang cukup mengejutkan, mulai dari deklarasi dukungan Partai Demokrat untuk Anies Baswedan sampai kunjungan Partai NasDem ke kantor Sekretariat Bersama Partai Gerindra dan PKB.

Pertemuan Jokowi dan Paloh inilah yang menimbulkan beragam spekulasi, apalagi karena ini pertemuan pertama keduanya pasca 3 bulan. Banyak isu bermunculan, termasuk wacana reshuffle kabinet.

Namun pengamat politik Rocky Gerung punya pandangan berbeda. Dilihat di kanal YouTube-nya, Rocky menilai Jokowi sedang memperlihatkan kecemasannya akan sepak terjang Anies.

“Kelihatannya Pak Jokowi harus terima fakta bahwa Anies itu unstoppable,” tegas Rocky, dikutip pada Sabtu (28/1/2023).

“Jadi mau diputar kiri, putar kanan, perselisihan antara Jokowi dan Megawati bukan faktor untuk menunda keputusan presiden tentang Anies boleh maju atau enggak. Karena Anies sudah diasuh oleh satu situasi yang menginginkan ada perubahan politik,” tuturnya menambahkan.

Menurut Rocky, Anies berbeda dari tokoh-tokoh politik lain. Pasalnya Anies adalah simbol perubahan di mata masyarakat yang kemudian dibaca dan langsung dideklarasikan oleh Partai NasDem.

Hal yang sama berlaku juga untuk Partai Demokrat. “Kemarin Demokrat segera mengatakan, ‘Kami juga mendukung Anies’. Soal siapa jadi cawapresnya itu belakangan, karena publik kan gelisah seolah Anies diombang-ambingkan ketiga partai ini,” terang Rocky.

Hal yang sama sebenarnya juga berlaku untuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan mungkin akan menunjukkan deklarasinya dalam 2-3 hari ke depan.

“Saya kira itu yang dicemaskan Presiden, di depan dia ada Anies yang terus moncer sementara tokoh-tokoh yang dia usulkan itu nggak bergerak statistiknya,” ujar Rocky.

Akademisi sekaligus filsuf itu lantas mencontohkan Ganjar Pranowo yang elektabilitasnya tak bergerak. Sementara Prabowo Subianto justru semakin sulit untuk meraih suara, bahkan sejak beberapa pemilu sebelumnya.

“Anies sebaliknya, dia betul-betul kuda hitam yang mau ditunggangi oleh siapapun akan tiba di finish. Karena yang dilakukan Anies sekarang belum apa-apa, dia baru 3-4 provinsi sudah ledakan dukungannya sudah gila-gilaan,” jelas Anies.

“Jadi Istana harus paham bahwa mereka ini ditipu oleh lembaga-lembaga survei yang gede-gedein Ganjar. Pak Jokowi panik sebenarnya dan panggil Surya Paloh, dengan satu keyakinan bisa nggak Surya Paloh membatalkan Anies?” imbuhnya.

Namun Rocky meyakini Paloh tidak akan goyah dan tetap akan mengusung Anies karena mantapnya niat dari Partai NasDem juga.(Su)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini