Obesitas, Mengapa Risiko Orang Kena Kanker Jadi Lebih Tinggi?

0
2928
Obesitas, Mengapa Risiko Orang Kena Kanker Jadi Lebih Tinggi?
Ilustrasi.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Dokter menganjurkan masyarakat menjaga berat badannya agar tidak sampai obesitas. Ini penting demi mencegah terkena kanker di kemudian hari.

“Hindari pola makan tak sehat, jangan sampai muncul sindrom metabolik seperti obesitas, itu awal langkah buruk untuk risiko kanker,” kata dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi medis Faizal Drissa Hasibun dalam sebuah diskusi kesehatan yang digelar daring, Jumat (3/3/2023).

Menurut Kementerian Kesehatan, kondisi obesitas ditandai dengan indeks massa tubuh (IMT) di atas 27. Angka itu didapatkan dari hasil membagi antara berat badan dalam satuan kilogram dibagi tinggi badan dalam satuan meter dan dikuadratkan.

Selain pengukuran IMT, ada juga penghitungan menggunakan lingkar perut untuk menunjukkan obesitas sentral. Pria dikatakan obesitas sentral bila lingkar perutnya lebih dari 90 cm, sementara wanita di atas 80 cm.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengaitkan obesitas dengan risiko lebih tinggi terkena 13 jenis kanker, antara lain di tiroid, payudara, hati, ginjal dan usus. Menurut CDC, obesitas dapat menyebabkan perubahan dalam tubuh yang membantu menyebabkan kanker.

Perubahan ini dapat mencakup peradangan yang bertahan lama dan kadar insulin yang lebih tinggi dari normal. Oleh karena itu, demi mencegah tubuh agar tak sampai terkena obesitas maka pola hidup sehat, termasuk memperhatikan asupan makanan sehat dan gaya hidup aktif, menjadi penting.

Dokter Faizal mengingatkan masyarakat untuk mengurangi makanan berlemak dan menerapkan diet sehat dan seimbang termasuk memilih makanan segar, memperbanyak asupan buah dan sayur. Buah dan sayur mengandung serat guna mencegah menempelnya zat-zat jahat yang bisa diserap usus.

“Beberapa makanan mengandung pewarna, pengawet, sering komposisinya zat karsinogenik, itu mesti hati-hati,” tuturnya.

Penggunaan minyak goreng berulang sampai hitam juga bisa menimbulkan risiko kanker, menurut Faizal. Dia juga mengatakan minuman beralkohol dapat meningkatkan risiko kanker lambung, hati, dan leher.

Di sisi lain, menghindari asap rokok dan kebiasaan merokok, aktif bergerak, dan meminimalisir stres serta menenangkan pikiran juga dapat menjadi cara mencegah kanker. Bila duduk dua jam, coba lakukan gerak kecil 15 menit.

“Itu dapat kurangi risiko terkena kanker 15-27 persen,,” kata Faizal yang tergabung di Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia.(Ant)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini