Menteri Perdagangan Zulhas: Jangan Sepelekan Kekuatan Warung!

0
1533
Menteri Perdagangan Zulhas: Jangan Sepelekan Kekuatan Warung!
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan ketika meresmikan Toko Jamaah Numan di Yogyakarta pada Minggu, 17 September 2023.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Sebagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), toko atau warung tradisional menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang paling riil. Untuk itu strategi pengembangan warung perlu dipikirkan secara serius.

Demikian yang disampaikan oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan ketika meresmikan Toko Jamaah Numan di Yogyakarta pada Minggu (17/9).

“Keberadaan toko/warung tradisional memiliki potensi yang sangat besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan ekonomi nasional. Jangan anggap sepele kekuatan warung,” ujar Mendag Zulkifli Hasan.

Pada kesempatan ini, Mendag mengapresiasi pihak Nahdlatul Ulama (NU) atas inisiatif melakukan kemitraan bersama dengan Bank Mandiri dan Toko Mandiri Indogrosir (TMI) dalam Toko Jamaah Numan. Keberadaan toko ini diharap dapat memotivasi warga Nahdliyin mencapai kemandirian ekonomi.

Mendag Zulkifli menuturkan, Toko Jamaah Numan menjadi contoh kemitraan strategis yang saling menguntungkan. Selain itu dapat menjadi wadah edukasi dan sarana untuk para santri belajar kewirausahaan. Dalam jangka panjang, hal ini dinilai dapat kembali menjadi kontribusi positif bagi ekosistem UMKM di tanah air.

“Para santri yang sudah selesai mondok atau ingin berwirausaha di bidang ritel sudah mendapatkan gambaran dan pengalaman yang berharga. Dengan demikian, ke depan UMKM kita juga semakin maju,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mendag Zulkifli didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto, Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga Fajarini Puntodewi, dan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Isy Karim.

Data yang dikutip Mendag Zulkifli Hasan menunjukkan, 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) adalah sumbangsih dari 65,46 juta UMKM Indonesia dan menyerap 117 juta pekerja atau 97 persen dari total tenaga kerja.

Sehingga sinergi antar pihak sangat diapresiasi untuk memperkuat empat pilar peningkatan daya saing UMKM yaitu inovasi UMKM, akses kemitraan, akses digitalisasi, dan akses pembiayaan.(ra)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini