Empat Keberhasilan Ganjar Pranowo Selama Menjadi Gubernur Jawa Tengah

0
1983
Empat Keberhasilan Ganjar Pranowo Selama Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Haji Ganjar Pranowo.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Bakal Calon Presiden (Bacapres) Ganjar Pranowo merupakan mantan Gubernur Jawa Tengah (Jateng), yang menjabat dua periode. Selama menjabat di Jateng dirinya menuai beragam keberhasilan.

Berikut di antaranya:

  1. Program Kesehatan Pencegahan Stunting

Ganjar berhasil menekan stunting terlihat sejak periode kedua kepemimpinannya terlihat dari penurunan stunting hingga mendapat penghargaan Satyalencana Wira Karya dari pemerintah pusat.

Berdasarkan perhitungan elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (ePPGBM), stunting di Jawa Tengah tahun 2018 yakni 24,4 persen dan turun di 2019 menjadi 18,3 persen. Lalu tahun 2020 turun lagi 14,5 persen, 2021 menjadi 12,8 persen hingga pada 2022 berada di angka 11,9 persen.

Penurunan angka stunting itu membuktikan komitmen dan keseriusan Pemprov Jawa Tengah, beserta jajaran Pemkab dan Pemkot 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah, serta Forkopimda.

Keberhasilan Ganjar dalam menekan stunting tak lepas dari keberhasilan program yang digagasnya. Mulai dari Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5Ng), Jo Kawin Bocah, One Student One Client hingga terbaru Ganjar meluncurkan beras fortifikasi sebagai penambah gizi untuk ibu hamil.

  1. Kesetaraan Gender

Ganjar Pranowo selama menjadi Gubernur Jateng juga menjadi salah satu yang mendorong kesetaraan gender. Bahkan, di bawah kepemimpinannya, Jateng mendapat apresiasi penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pada 2019.

Empat kali bertutut-turut, Kemen PPPA menobatkan Jawa Tengah sebagai provinsi terbaik kesetaraan gender melalui Anugrah Parahita Ekapraya. Sebab, dianggap berprestasi dalam pembangunan sektor perempuan dan anak, khususnya melalui strategi pengarusutamaan gender.

Ganjar tercatat menelurkan sejumlah program yang mendukung kesetaraan gender, di antaranya menginisiasi Sekolah Cerdas Perempuan Masa Kini atau Serat Kartini. Kemudian, menggelar pelatihan-pelatihan bagi perempuan rentan yang tersebar di 130 titik di 35 kabupaten/kota serta mengembangkan sektor perekonomian bagi perempuan.

  1. Pelayanan Publik

Dalam penguatan pelayanan publik, Ganjar membangun Mall Pelayanan Publik (MPP). Berdasarkan data per Februari 2023, Jateng miliki 28 MPP, ini merupakan jumlah terbanyak dibanding daerah lainnya.

“Data per Februari 2023, Jateng memiliki 28 MPP, jumlah terbanyak dibandingkan daerah lainnya. Total MPP di Indonesia per Februari 2023, adalah 110, dengan 65 berada di Pulau Jawa, 15 di Sumatera, 13 di Kalimantan, 13 di Sulawesi, 3 di Bali, dan 1 di NTT,” kata Pakar komunikasi dan administrasi publik, Agung Firman Sampurna.

Penguatan peningkatan publik tentunya dilakukan dengan dukungan peningkatan kapasitas kelembagaan. Pertama terkait Indeks Reformasi Birokrasi Pemprov Jateng per 2022 sekitar 80%. Seiring dengan itu intergitas Pemprov Jateng juga terbilang tinggi. Dari data yang dimiliki Pemprov Jateng per 2022, Survei Penilaian Integritas Pemprov Jateng sebesar 78,17%.

Hasilnya, tingkat kepuasan masyarakat terbilanh tinggi. Dari data Pemprov Jateng per 2022, Indeks Kepuasan Masyarakat sebesar 83,50%.

Penguatan ini didukung oleh peningkatan kapasitas kelembagaan. Hal ini terlihat dari sejumlah data survei terkait pelayanan publik. Indeks Reformasi Birokrasi Pemprov Jateng per 2022 mencapai sekitar 80 persen.

Selain itu, integritas Pemerintah Provinsi Jateng juga terbilang tinggi, dengan survei penilaian integritas mencapai 78,17 persen. Tak hanya itu, tingkat kepuasan masyarakat juga tercatat tinggi, dengan Indeks Kepuasan Masyarakat pada angka 83,50 persen, menurut data Pemprov Jateng per 2022.

  1. Pendidikan

Pada sektor pendidikan, Ganjar juga mendorong peningkatan kuailtas pendidikan, setidaknya ada lima program yang diimplementasikannya selama menjabat Gubernur Jateng.

Kartu Jateng Cerdas merupakan bantuan dana pendidikan sejumlah 1 Juta rupiah per tahun bagi siswa-siswi miskin di Jateng; Jateng Edukasi yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Jateng. Caranya dengan memberikan pelatihan kepada guru dan tenaga pendidik mencangkup pembelajaran inovatif dan berbasis teknologi.

Selanjutnya ada Jateng Mengajar, yakni meningkatkan kualitas pendidikan di pedesaan dengan mendatangkan guru-guru profesional. Mereka akan mengajar di desa selama satu tahun.

Lalu Sekolah Layak Huni, yakni program memperbaiki kondisi sekolah tidak layak dengan merenovasi bangunan sekolah, toilet, sarana dan prasarana. Kesejahteraan guru honorer juga ditingkatkan dengan menganggarkan Rp144,19 miliar guna menaikan gaji guru honorer sesuai dengan UMK Jawa Tengah.

Saat memimpin Jateng, Bacapres yang didukung Partai Perindo itu juga membangun 5 SMKN gratis bagi warga miskin dan 15 SMK Boarding School khusus siswa miskin pertama di Indonesia. Bahkan, programnya itu menuai pujian dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan bakal direplikasi di tingkat nasional.(otr)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini