Bawaslu Bali : Jika Terbukti Lakukan Politik Uang, Pasangan Calon Bisa Dibatalkan

0
1311
Bawaslu Sebut Aksi #2019GantiPresiden Bukan Kampanye, Ini Argumentasinya
Ilustrasi
Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Teropongmetro.com, Denpasar – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dapat memberi sanksi diskualifikasi kepada pasangan calon pada pilkada serentak yang terbukti melakukan kecurangan politik uang, demikian salah-satu aturan baru di dalam UU Pilkada yang disahkan DPR. Namun peluang praktik kecurangan masih terbuka dalam pemilihan kepala daerah secara serentak tahun 2018.

“Bakal pasangan calon kepala daerah yang dapat dibatalkan atau diskualifikasi sebagai peserta pilkada jika mereka terbukti memberikan janji dan melakukan praktik politik uang”, kata anggota Badan Pengawas Pemilu Provinsi Bali Ketut Sunadra di Denpasar, Jumat (2/2).

Sunadra mengatakan, indikasi janji politik dan praktik politik uang di dusun (banjar), desa, kelompok, atau individu telah menjadi sorotan khusus dalam rapat koordinasi Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018 dan Pemilu 2019.

Sesuai dengan hasil pembahasan terbaru, menindaklanjuti Ketentuan Pasal 152 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota serta merujuk peraturan bersama antara Ketua Bawaslu RI, Kepolisian Negara RI, dan Jaksa Agung RI Nomor 14 Tahun 2014 tentang Sentra Gakkumdu pada Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, bagi pasangan calon maupun tim kampanye yang terindikasi memberikan janji maupun praktik politik uang bisa dikenai sanksi.

“Pada pilkada serentak 2015 tidak tegas soal sanksi. Sekarang dengan adanya UU Nomor 10/2016 sanksi tegas. Mereka yang menjanjikan saja bisa dikenai sanksi, apalagi praktik politik uang,” ujar Sunadra yang merupakan Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu Bali itu.

Ia menegaskan bahwa sanksi administrasi bila terbukti bisa berupa pembatalan pasangan calon. Kewenangan pembatalan tentu ada di KPU atas rekomendasi Bawaslu. Adapun pidana, selain melibatkan unsur Bawaslu, juga ada kepolisian dan kejaksaan.

Akan tetapi, sebelum tahap pemberian sanksi, pelanggaran administrasi bisa diberikan apabila pelanggaran dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) serta sanksi akan diproses sesuai dengan mekanisme penanganan pelanggaran.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar pihak-pihak yang terlibat, termasuk masyarakat, ikut melakukan pengawasan demi tegaknya keadilan dan terselenggaranya pemilu yang langsung umum bebas rahasia serta jujur dan adil.

Sementara dilain pihak, Korwil JPPR Bali, Subro Mulissyi mengatakan indikasi manuver politik uang dan kecurangan menjelang pilkada serentak pada pilgub, mungkin saja terjadi. Jika hal itu terbukti dilakukan oleh pasangan calon maupun timnya, maka kandidat terancam dibatalkan sebagai pasangan calon.

“Kemungkinankan selalu ada, kemungkinan negatif atau kemungkinan buruk itu selalu ada. Dan barang siapa pasangan calon atau tim pasangan calon yang menjanjikan sesuatu atau uang untuk memenangkan pemilih tertentu itu, bisa dibatalkan sebagai pasangan calon,” ungkap Lizi sapaan akrabnya.

Menurutnya, jika hal itu secara hukum telah terbukti sebagaimana tercantum dalam undang-undang Nomor 10/2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

“Kemudian apabila pelakunya individu yang bukan pasangan calon atau tidak dari tim kampanye maka akan dikenakan pasal pidana pemilu,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa alurnya harus bermula dari laporan yang masuk ke Panwaslu atau Bawaslu. Dari panwaslu diperiksa dan diteruskan ke kepolisian, setelah diperiksa di kepolisian, masuk ke kejaksaan kemudian pengadilan.

“Dari pengadilan kemudian keluar putusan. Nah, jika tidak puas bisa banding ke pengadilan tinggi, dan kalau tidak puas lagi masuk ke Mahkamah Agung. Jika mahkamah agung in krah, maka in krahnya ini yang menjadi dasar hukum bagi KPU, apabila pasangan calon atau tim kampanyenya terbukti melakukan tindakan yang dilarang untuk membatalkan pasangan calon tadi,” tutup Lizi. (Ra)


Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here