Zadit taqwa, pemberi kartu kuning Presiden Jokowi
Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Teropongmetro.com – Sikap berani Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia, Zaadit Taqwa yang memberikan kartu kuning kepada Presiden Jokowi terus mendapatkan sorotan masyarakat. Banyak pihak yang mendukung dan bersimpati dengan Zaadit karena melihat situasi dan kondisi masyarakat yang sedang kesulitan.

Ternyata, sebelum masuk ke UI mengambil jurusan Fisika. Zaadit seorang anak pesantren. Dari data yang diunggah di media sosial Facebook, Zaadit pernah mengenyam pendidikan tingkat SMA di Pondok Pesantren Terpadu Hayatan Thayibah, dan sempat menjadi finalis dalam kegiatan Indonesian Science Project Olympiad (ISPO). Penelitian yang dilakukan zadit mengambil judul “Pengembangan Alat Sensor Gempa Sebagai Aplikasi Teori Getaran dengan Sistem Rangkaian Listrik Tertutup”.

Latar belakang agamis juga terlihat sejak kecil, terlihat dari pendidikan SD Zaadit berkecimpung dalam dunia Islam dan belajar di SDIT Ummul Quro Depok. Lalu, melanjutkan pendidikan di MTS Negeri 4 Jakarta.

Sebelumnya, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Zadit Taqwa, Jum’at (2/2) dalam peringatan Dies Natalis Universitas Indonesia ke-68 di Balairung UI yang dihadiri Presiden Joko Widodo, mengacungkan “kartu kuning” kepada Presiden Joko Widodo yang baru saja memberikan pidato di podium.

Zadit yang merupakan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), berdiri sembari mengacungkan kartu kuning berjalan ke depan, namun didorong mundur dan dihentikan oleh Pasukan Pengaman Presiden.

‘Kartu Kuning’ yang diacungkan tangan kanan Zaadit, sebenarnya merupakan buku paduan suara Universitas Indonesia yang kebetulan berwarna kuning. Akibatnya aktifis mahasiswa UI itupun digiring petugas keluar ruangan, untuk pengamanan. “‎Itu tadi buku paduan suara, karena pengawasan lumayan ketat tadi pas masuk ke dalam, makanya kita pakai buku itu, biar bisa masuk,” tutur Zaadit.

Selain Zadit Taqwa, aliansi BEM Se-UI juga dikabarkan melakukan aksi serupa di depan Stasiun UI dengan meniup peluit disertai mengacungkan kartu kuning secara bersama-sama.

Dalam siaran pers dari BEM UI, Zadit bersama BEM se-UI melakukan aksi tersebut karena menilai kinerja Presiden Jokowi perlu dievaluasi. “Gizi buruk di Asmat, dwifungsi Polri/TNI dan peraturan baru organisasi mahasiswa di penutup tahun 2017 dan awal 2018 menjadi evaluasi untuk Presiden Jokowi agar lebih baik di tahun keempatnya” pungkas Zadit. (Ra)


Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here