Berpengalaman Sebagai Mensos, Khofifah Diyakini Bisa Tangani Kemiskinan di Jatim

1914
273
Pengalaman sebagai mensos
Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Teropongmetro.com – Pengalaman dan prestasi selama tiga tahun menjabat Menteri Sosial sosok Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dinilai memiliki modal kuat untuk menjadi pemimpin di level Provinsi. Kapasitas itu dianggap sebagai pangkal untuk mengatasi problem terutama masalah kemiskinan masyarakat Jawa Timur.

Hal itu dikatakan Pengamat Politik Universitas Jember (Unej) Rachmat Hidayat menilai pengalaman tersebut menjadi tolak ukur seorang pemimpin plus implementasi pengentasan kemiskinan masyarakat Jawa Timur.

“Saya berpendapat bahwa dengan pengalaman bu Khofifah sebagai politisi atau birokrat yang sudah teruji kapasitasnya di Kementerian Sosial dan Pemberdayaan Perempuan. Pengalaman ini menjadi tolak ukur yang penting bagi program-program dan implementasi pengentasan kemiskinan tentunya,” kata Hidayat, Selasa (3/4/2018).

Ia memprediksi, Khofifah tidak akan kesulitan mengatasi persoalan di Jawa Timur. Sebab dasar itulah menjadi implementasi yang efektif membawa kesejahteraan Jawa Timur.

“Jadi, saya pikir Bu Khofifah tidak akan kesulitan dari sisi memahami bagaimana melakukan eksekusi-implementasi yang efektif. Karena beliau sudah tahu dan berada di kementerian sosial ini pengalaman yang penting, dari pengalam menteri dibawa ke level provinsi ataupun kabupaten,” tegasnya.

Selain itu, menurutnya calon pemimpin Jawa Timur harus dapat mengatasi problem di masyarakat. Terutama tiga persoalan besar yaitu kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan sosial yang selama ini menurut Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan tingkat ketimpangan penduduk Indonesia pada September 2017 masih pada posisi 0,39.

“Pengalaman kompetensi yang didapat Bu Khofifah di kementerian sosial juga menjadi salah satu faktor yang penting untuk pengentasan kemiskinan di Jawa Timur, dan selama ini program PKH, maupun bedah rumah dan bentuk-bentuk program kesejahteraan lainnya reil menyentuh masyarakat di Jawa Timur,” tutup Hidayat. (Egk)


Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Comments are closed.