Indonesia Tambah Pinjaman ke Bank Dunia, Jumlahnya Mencapai USD 300 Juta
Menkeu Sri Mulyani (tengah) didampingi Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chaves saat menyimak laporan terbaru Indonesia Economic Quarterly di Jakarta, Selasa (17/1)
Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA (teropongmetro) – Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia akhirnya menyetujui permohonan tambahan utang yang diajukan pemerintah Indonesia sebesar USD 300 juta.

Utang tersebut akan digunakan untuk meningkatkan prasarana dan pelayanan dasar yang relevan dengan pariwisata, memperkuat hubungan ekonomi lokal dengan kepariwisataan dan menarik investasi swasta di Indonesia.

Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Rodrigo Chaves dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Jumat, (01/06/2018), menyatakan sebanyak lebih dari 2,8 juta penduduk Indonesia akan mendapat manfaat dari jalan dan akses ke pelayanan dasar yang lebih baik dari pengembangan sektor pariwisata.

“Jika direncanakan dan dikelola dengan baik, pariwisata dapat menghasilkan lapangan kerja yang besar dan melipatgandakan pendapatan bagi Indonesia. Infrastruktur dasar yang lebih baik dan belanja oleh para pengunjung dapat menghasilkan dampak ekonomi yang signifikan di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan untuk pemerataan kemakmuran,” kata Chaves.

Chaves menambahkan, utang ini dapat dijadikan instrumen untuk pengembangan sektor parawisata yang berasal dari APBN untuk pembangunan insfrastruktur terpadu di kawasan parawisata nasional.

Investasi proyek pariwisata ini akan dimulai di tiga tujuan utama yaitu pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat, segitiga Borobudur-Yogyakarta-Prambanan di Jawa dan Danau Toba di Sumatera Utara.

Pengembangan kawasan di ketiga destinasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengunjung tahunan menjadi 27,3 juta pada 2041 atau naik signifikan dari 15,3 juta pengunjung pada 2015.

Selain itu, belanja wisatawan tahunan juga diperkirakan akan meningkat, menjadi 3,3 miliar dolar AS pada 2041, dari sebelumnya sebesar 1,2 miliar dolar AS pada 2015. Investasi swasta di bidang pariwisata juga diperkirakan akan meningkat lebih dari 13 kali lipat, menjadi 421 juta dolar AS.(Egk)


Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here