Prabowo Anjurkan Masyarakat Menerima Suap, JPPR Sebut Tidak Mencerdaskan

0
1122
Prabowo Anjurkan Masyarakat Menerima Suap, JPPR Sebut Tidak Mencerdaskan
Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Sunanto
Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Sunanto menyebut anjuran Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto agar masyarakat menerima uang dan sembako dari para calon kepala daerah tidaklah pas.

Pasalnya Prabowo menyarankan agar masyarakat menerima uang dan sembako dari para calon kepala daerah.

“Tidak mencerdaskan,” kata Sunanto di kantor Kode Inisiatif, Tebet, Jakarta Selatan, dilansir Tempo, Minggu (24/6/2018).

“Apalagi ada aturan yang tidak memperbolehkan, bahkan bisa dikenai sanksi pidana,” lanjutnya.

Prabowo menyampaikan anjuran itu melalui video yang diunggah di akun Facebook miliknya pada Kamis, 21 Juni 2018 lalu.

Dia beralasan, sembako atau uang suap itu pada dasarnya merupakan hak rakyat. Prabowo meyakini uang yang digunakan untuk menyuap itu merupakan uang haram yang berasal dari rakyat Indonesia pula.

Kendati menganjurkan masyarakat menerima suap, Prabowo mengimbau masyarakat tak terpengaruh dalam memilih kandidat. Prabowo juga mengatakan, dia dan partainya tak bisa melakukan suap lantaran tak punya uang.

Sunanto berpendapat anjuran itu bisa merusak tatanan dan nilai pemilu bersih dari politik uang yang tengah diupayakan.

Apalagi, Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah jelas melarang praktik itu. Dalam beleid itu, orang yang terlibat politik uang, baik pemberi atau penerima suap dapat dikenai sanksi pidana maksimal lima tahun penjara.

Menurut Sunanto, anjuran Prabowo agar masyarakat menerima suap pemilihan kepala daerah (Pilkada) justru merupakan blunder politik. Seharusnya, kata Sunanto, sebagai seorang politikus Prabowo mendorong agar masyarakat cerdas menentukan pilihan berdasarkan visi misi dan program para kandidat.

“Itu yang seharusnya dilakukan oleh politikus sekelas Pak Prabowo,” pungkasnya.

Padahal sebelumnya Prabowo blak-blakan soal pemimpin yang pandai bicara dan pandai akting, sedangkan inti masalah tidak tersentuh. Hal itu diungkapkan Prabowo dalam acara halal bihalal di ruang Merapi PRPP Semarang. Prabowo mengakui bahwa ia tak butuh waktu berbasa-basi dalam berbicara. (Ra)


Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here