Andi Arief Hapus Tweet soal Tujuh Kontainer Surat Suara Tercoblos
Tweet Andi Arief soal Tujuh Kontainer Surat Suara Tercoblos.
Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

DENPASAR (TEROPONGMETRO) – Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief menghapus satu twitnya tentang kabar yang mengatakan bahwa ada tujuh kontainer surat suara yang telah dicoblos di Pelabuhan Tanjung Priok.

Twit itu dihapus Andi Arief tak lama setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) memeriksa langsung kebenaran informasi tersebut, beberapa saat lalu (Rabu tengah malam, 2/1).

BACA JUGA: 14 Parpol Peserta Pemilu 2019, Laporkan LPSDK ke KPU Kota Denpasar

Sebelumnya, sekitar pukul 20.00 WIB, melalui akun  pribadinya, @AndiArief_, Andi Arief meminta agar kabar yang beredar mengenai tujuh kontainer surat suara di Tanjung Priok diperiksa.

Kabar yang dimaksud Andi berupa rekaman suara seorang pria  yang tidak dikenal yang beredar sekitar tiga jam sebelum Andi menuliskan twitnya itu. Menurut pria dalam rekaman suara itu, ada tujuh kontainer yang baru tiba dari Republik Rakyat China, yang isinya adalah surat suara yang sudah tercoblos.

BACA JUGA: KPU Pastikan Kabar 7 Kontainer Surat Suara yang Sudah Dicoblos Itu Hoax

Rekaman itu beredar dari dari satu jejaring media sosial ke jejaring media sosial lainnya, dan menjadi pembicaraan hangat.

Andi Arief yang gelisah pun menulis di akun Twitternya agar kebenaran kabar itu dicek. Dia memberi warning.

“Saya minta dicek. Sudah 3 jam beredar di WAG. Supaya jangan ada fitnah,” tulis Andi dalam twit kedua.

BACA JUGA: Sandiaga Minta Relawan Gaet 25 Persen Masyarakat yang Belum Tentukan Pilihan

Setelah melakukan pemeriksaan, KPU dan Bawaslu memastikan tidak menemukan benda-benda seperti yang dimaksudkan oleh rekaman suara yang tersebar luas itu.

Ketua KPU Arief Budiman meminta polisi menelusuri kasus ini, dan menangkap pihak yang membuat rekaman suara tersebut. (up/tm)


Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here