Anies Baswedan Diancam 3 Tahun Penjara, Refly Harun: Bawaslu Berlebihan
Pakar hukum tata negara Refly Harun.
Bagikan Berita Ini
  • 402
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    402
    Shares

DENPASAR (TEROPONGMETRO) – Pakar hukum tata negara Refly Harun turut mengomentari soal kasus pose dua jari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang dipersoalkan Bawaslu.

Refly menilai, ancaman hukuman pidana tiga tahun penjara terhadap orang nomor satu di Ibu Kota DKI itu terkesan berlebihan.

Hal itu diutarakan Refly melalui akun Twitter pribadinya, @ReflyHZ, dilihat Kamis (10/1/2018).

BACA JUGA: Formappi Minta SBY Ambil Tindakan Soal ‘Manuver’ Andi Arief

“Terlalu berlebihan kalau ada kepala daerah mengacungkan jari lalu diancam hukuman 3 tahun penjara atau denda 36jt. Sebab, pasal itu soal abuse of power, bukan abuse of gesture,” cuit Refly Harun.

Sebelumnya, Anies Baswedan diperiksa oleh Bawaslu terkait pose jari dalam acara Konfrensi Nasional Partai Gerindra Senin (17/12/2018) lalu. Anies diduga melakukan pelanggaran Pemilu.

BACA JUGA: Debat Pilpres Putaran Pertama, Jokowi Bakal Putar Seperti Kaset Rusak

Menurut Bawaslu, Anies terancam pidana penjara tiga tahun jika dugaan itu terbukti sebagaimana diatur Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum.

Dalam hal ini Bawaslu mengaitkan dengan pasal 547 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

BACA JUGA: Kubu Sudikerta “Dipreteli”, Demer Pecat Gunawan dari Kursi Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali

Adapun pasal 547 UU Pemilu tersebut berbunyi:

“Setiap pejabat negara yang dengan sengaja membuat keputusan dan/atau melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu Peserta Pemilu dalam masa Kampanye, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp36.000.000,00 (tiga puluh enam juta rupiah)”. (up/tm)


Bagikan Berita Ini
  • 402
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    402
    Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here