Dicekik Impor, Jeritan Petani Garam ke Sandi
Calon Wakil Presiden nomor urut 2 Sandiaga Salahudin Uno Sandiaga Sahuddin Uno ketika berdialog bersama ratusan petani garam dan perwakilan desa seluruh Sumenep Desa Karanganyar, Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur pada Senin (21/1/2019).
Bagikan Berita Ini
  • 292
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    292
    Shares

SUMENEP (TEROPONGMETRO) – Sandiaga Saahuddin Uno mendengarkan curhat petambak garam saat berdialog dengan Petani Garam dan  Perwakilan Desa Se-Sumenep Desa Karanganyar, Kalianget, Kab.Sumenep, Jawa Timur, Senin (21/1/2019).

Ketua Asosiasi Petani Garam Seluruh Indonesia (APGASI) Syaiful Rahman berharap Sandiaga Uno jika terpilih bersama Prabowo untuk melayani rakyat Indonesoa, dapat memperbaiki nasib para petambak atau petani garam yang makin sengsara.

BACA JUGA: Sidang Meikarta, Neneng Sebut Uang Suap Ke Pemrov Jabar Diduga Melalui Ketua Fraksi PDIP

“Terima Kasih atas kehadiran Pak Sandi Uno di tambak garam ini. Baru pertama kali ini calon wakil oresiden menyambangi kami. Petani garam yang sangat butuh perhatian pemerintah. Kami hanya minta pak Stop impor garam dari Australia dan India,” kata Syaiful yang membuka acara tersebut.

Sementara itu Muhamad Yanto Ketua Forum Petambak Garam Madura (FPGM) mengaku tiap tahun petambak garam selalu punya masalah. Menurut Yanto biang masalahnya adalah Impor di Menteri Perdagangan dan Data di Menteri Perindustrian.

BACA JUGA: Begini Rencana KPU Sajikan Debat Pilpres Putaran Kedua Lebih Menarik

“Saya nggak benci impor pak. Tapi jangan kebablasan. Data dari menteri perindustrian dan perdagangan bikin petani garam rugi terus menerus. Kalau Pak Sandi  jadi wapres, tolong cari menteri yang sanggup dan mampu. Jangan seperti sekarang. Bukan kami anti impor. Jangan anak tirikan kami sebagai anak bangsa” jelas pria berkacamata ini.

Lain lagi dengan dengan Ahmad Sukardi petani Garam dari Sampang yang jauh-jauh ke Sumenep untuk berdialog dengan Sandiaga Uno.

BACA JUGA: Ustadz Maulana Tak Kuasa Menahan Tangis saat Angkat Jenazah Istri ke Rumah Duka

“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan pemerintah sekarang yang sudah merevitalisasi industri garam dari hulu ke hilir, Hanya  impor yang kami dapat,” ucap Ahmad dengan suara tinggi.

Menurut Ahmad harus ada infrastruktur  untuk petani  garam, dari irigasi hingga infrastruktur untuk membawa garam dari tambak ke truk. Biayanya cukulp mahal tujuh ribu rupiah hingga sepuluh ribu rupiah perkarung.

BACA JUGA: Tarif Tol Trans Jawa Dituding Terlalu Mahal

“Sementara yang ada di sekitar ini, 60 persen belum terbangun, baik  irigasinya dan infrastruktur pembangunannya,” ucap Ahmad.

Sandiaga Uno sempat menarik nafas panjang mendengar keluhan para perani garam tersebut. Padahal 60 Persen konsumsi garam di Indonesia dihadilkan dari pulau madura. Makanya pulau ini juga disebut pulau garam.

BACA JUGA: Pilpres 2019, Yusril: Aspirasi Kader PBB Mengarah ke Jokowi-Ma’aruf

“Saya berkomitmen, Ampon Bektona (Sudah Waktunya). saya pastikan jika terplilih nanti menteri-menterinya berpihak kepada rakyat. Tidak menyia-nyiakan petambak garam. Dan akan membela rakyat. Karena kami dipilih oleh rakyat dan tidak akan mengkhianati rakyat,” ucap Sandi.(ak/tm)


Bagikan Berita Ini
  • 292
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    292
    Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here