Koruptor E-KTP, Setya Novanto Ajukan Upaya Hukum Luar Biasa
Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto.
Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto mengajukan upaya hukum luar biasa yakni Peninjauan Kembali (PK) ke M‎ahkamah Agung (MA) terkait putusan perkara korupsi proyek pengadaan KTP-elektronik. Rencananya, sidang perdana PK Novanto akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, hari ini, Rabu (28/8/2019).

BACA JUGA: Era Pasar Bebas, Kemenristekdikti : 90 persen dunia kerja butuh tenaga terampil

Kuasa hukum Novanto, Maqdir Ismail mengungkapkan tiga alasan diajukan PK oleh kliennya. Pertama yakni karena adanya novum atau bukti baru. Alasan kedua yakni adanya pertentangan putusan dengan yang lain dan ketiga adanya kehilafan hakim.

“Jadi tiga itu tiga hal yang disebut undang-undang  terpenuhi menurut hemat kami. ketiganya terpenuhi. Sehingga kami ajukan permohonan PK,” jelas Maqdir.

BACA JUGA: Ibu Kota Negara Pindah, Pemerintah Harus Cabut UU Ini

Harapannya, sambung Maqdir, kliennya bisa mendapatkan hukuman lepas atau bebas serta dakwaan terbukti terhadap Novanto merupakan dakwaan yang salah. Saat ditanyakan berapa novum yang akan diajukan, Maqdir belum mau mengungkapnya.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan Jaksa KPK akan memenuhi panggilan pengadilan untuk menghadiri persidangan PK yang diajukan oleh Novanto.

“Sidang diagendakan Pukul 10.00 WIB di PN Jakarta Pusat dengan agenda pembacaan permohonan PK,” ujar Febri.

BACA JUGA: Aset Negara Capai Rp1100 T, Akan Dijual Semua Buat Ibu Kota Baru?

Dalam perkara korupsi KTP-el, Novanto telah divonis  15 tahun penjara dan diwajibkan ‎membayar denda Rp 500 juta subsidair 6 bulan kurungan di tingkat pertama. Novanto juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar 7,3 juta dollar Amerika Serikat yang apabila tidak dibayarkan maka harta bendanya akan disita dan dilelang dan bila hartanya tidak mencukupi uang pengganti tersebut maka akan diganti pidana 2 tahun penjara.(ra)


Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here