PAN Dinilai Gagal, Usung Calon Ketum dari Luar Kader Partai
Sandiaga Uno, dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan.
Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Nama calon Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) mulai bermunculan. Setidaknya ada calon yang disebut-sebut dari luar kader yang sebagai kandidat kuat menduduki kursi partai berlambang matahari terbit itu.

Ketiga nama itu adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mantan calon wakil presiden Sandiaga Uno, dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

BACA JUGA: Koalisi BPN Dipastikan Dapat Jatah Kursi Pimpinan MPR

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Komunikasi Politik, Emrus Sihombing menyatakan, seharusnya yang maju dari dalam partai atau kader partai sendri. Jika tak ada kader internal yang menjadi ketum maka PAN bisa dikatakan gagal dalam kaderisasi.

“Kalau dari luar, menunjukkan partai tidak persiapkan kader untuk menjadi pemimpin di partai dan eksekutif. Kalau ditawarkan dari luar kaderisasi tidak jalan,” ujar Emrus dalam pesan singkatnya, Rabu (28/8/2019).

BACA JUGA: Koruptor E-KTP, Setya Novanto Ajukan Upaya Hukum Luar Biasa

Menurut Emrus, yang menjadi perhatian sekarang ada dua hal yang perlu disandang calon yang akan maju, yaitu, dia adalah seorang kader dan juga tokoh dari organisasi yang selama ini menjadi basis massa partai. Dalam hal ini Muhammadiyah harus diperhitungkan karena merupakan basis massa dari PAN.

“Pandangan saya harus perhatikan 2 hal. Merupakan dari basis organisasi pendukung suara, itu harus diperhitungkan, juga harus kader,” ikata dia.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional, Eddy Soeparno, menyatakan, partainya akan menggelar kongres untuk ketua umum PAN yang baru, pada tahun 2020.

BACA JUGA: Era Pasar Bebas, Kemenristekdikti : 90 persen dunia kerja butuh tenaga terampil

Eddy menuturkan, PAN terbuka kepada seluruh kader yang memiliki kapasitas dan kompetensi serta mampu bersaing dalam kongres.

Dia meyakini sistem PAN yang terbuka dan transparan akan menciptakan persaingan yang adil bagi setiap kader yang hendak menjadi ketum. (rky)


Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here