Pembukaan Musda ke-15 DPD IMM Bali yang diselenggarakan di Aula Kantor DPD RI pada 12 – 13 Oktober 2019.
Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

DENPASAR (TEROPONGMETRO) – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Provinsi Bali menggelar musyawarah daerah (Musda) ke-15, yang dimulai pada 12 – 13 Oktober 2019, di Aula Kantor DPD RI. Musda yang bertema “Meneguhkan Peran dan Menajamkan Gerakan dengan Dakwah yang Menggembirakan untuk Bali Berkemajuan” Forum ini diikuti 3 pimpinan cabang dan 5 pimpinan komisariat IMM se-Bali.

Dalam acara ini, juga hadir Ketua DPP IMM Najih Prasetyo, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bali, H. Aminullah, serta Anggota KPU Kota Denpasar, Subro Mulissyi.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bali, Aminullah mengatakan dalam rutinitas organisasi ada musyawarah daerah (musda). Musda, kata dia, diselenggarakan untuk mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan. Kemudian menyusun program.

Aminullah melanjutkan, organisasi adalah otonomi yang tidak berdiri sendiri. Menurut dia, periode ini harus mentransformasi gerakan Islam dan menerapkan nilai-nilai Islam dalam Pancasila. Kemudian menerapkan nilai-nilai apa yang harus diterapkan.

Sempat Memanas, Musda IMM Bali Berjalan Sukses
sesi foto bersama pengurus baru sesaat penutupan musda IMM ke 15.

“Generasi muda harus me-recall kembali, nilai-nilai apa yang harus diterapkan,” katanya pria yang juga menjabat sebagai Kasi Bimas Islam Depag Kota Denpasar.

BACA JUGA: Tetap Oposisi, PAN Tak Akan Terpengaruh Manuver Gerindra-Demokrat

Di lain pihak, Anggota KPU Kota Denpasar, Subro Mulissyi mengatakan dalam organisasi mahasiswa harus memiliki tiga hal. Pertama, bagaimana dengan baik menjalankan perintah agama dengan baik, kedua, memiliki akademisi yang baik dan unggul, ketiga mampu memiliki wawasan keumatan, dan mampu memiliki wawasan kebangsaan yang baik.

Sehingga, kata lizi sapaan akrabnya, ketika mahasiswa turun di masyarakat bisa benar-benar mampu menyesuaikan dengan lingkungannya.

“Kalau dulu, kita mau cari ojek harus ke pangkalan. Kalau mau cari makan, harus ke rumah makan. Tapi hari ini tinggal klik, semua yang kita mau akan datang, jadi mahasiswa ‘zaman now’ ini sudah beda harus mampu berinovasi untuk mengikuti zaman kekinian,” pungkasnya.

Sementara itu, terpilih Ketua umum DPD IMM Bali Samsul Arifin mahasiswa universitas ganesha singaraja dalam sambutan perdananya mengajak IMM berkumpul bersama-sama untuk membicarakan sebuah sistem pengkaderan. Dimana pada saat pleno penetapan calon sempat memanas dan diskor untuk mendinginkan suasana.

“Mengonsep bersama, kembali menjadikan IMM gerakan ilmu, gerakan generasi, karena tujuannya untuk menciptakan generasi kedepan,” ujarnya.


Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here