Harun Masiku Sudah di Indonesia, PAN Pertanyakan Langkah KPK

0
1080
Harun Masiku Sudah di Indonesia, PAN Pertanyakan Langkah KPK
Ilustrasi Bendera PAN.
Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Eks Caleg PDI Perjuangan yang menjadi tersangka kasus suap, Harun Masiku dinyatakan telah berada di Indonesia oleh Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM sejak 7 Januari 2020. Pasca pernyataan itu, langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengejar Harun pun dipertanyakan.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi III DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN), Sarifuddin Sudding. Ia menyorot soal langkah KPK pasca diketahuinya Harun berada di Indonesia.

“Saat dia (Harun) dinyatakan berada di Indonesia langkah-langkah apa yang sudah dilakukan oleh penegak hukum dalam hal ini KPK untuk menghadirkan yang bersangkutan untuk dimintakan keterangannya,” kata Sarifuddin Sudding di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

BACA JUGA: Prabowo Mengawal Jokowi Saat Hadiri Rapim Kemhan 2020

Sarifuddin pun mendesak KPK agar tak tinggal diam. Setelah mendapat petunjuk, KPK harus lebih proaktif dalam menelusuri keberadaan Harun Masiku. Namun, KPK juga diminta tak sekadar menelan informasi yang disampaikan Dirjen Imigrasi Kemenkumham, melainkan tetap teliti melakukan investigasi ihwal keberadaan Harun.

Lebih jauh, Sudding menilai adanya keteledoran dalam penyampaian informasi di internal Kemenkumham yang juga berimbas pada KPK. Yasonna dan Ditjen Imigrasi telah memberikan keterangan yang ambigu soal keberadaan Harun.

Politikus PAN ini menganggap Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly tidak mampu menciptakan koordinasi yang seimbang dengan jajaran di bawahnya menyangkut keberadaan Harun.

“Kalau kita bicara dalam konteks penegakan hukum, seharusnya seseotang tidak mengambil bagian dalam kaitan law enfoecment yang dilakukan aparat penegak hukum, karena itu bisa terjadi konflik kepentingan,” ujar Sudding.

BACA JUGA: Ini Besaran Anggaran Pilkada Serentak 2020

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond Junaidi Mahesa, meminta KPK tak pasif untuk sekadar menerima keterangan dari Kemenkumham. Mestinya KPK harus proaktif dengan sungguh-sungguh mencari Harun Masiku. Melihat keadaan KPK seperti itu, Desmond menilai kondisi negara sedang tidak normal.

“Ya, salah satu pimpinan KPK yang suruh laporkan ke dia. Masa kita harus laporkan, “hey, ada orang di sini.” Harusnya dia kan yang melakukan penangkapan. Kondisi negara sedang dalam darurat akal sehat,” tandas politikus Gerindra itu. (ra/tm)


Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here