Tolak Tawaran Jokowi Jadi Wantimpres, OSO: Saya Punya Tugas Di Hanura
Pengukuhan pengurus DPP Hanura, JCC, Senayan, Jumat (24/1).
Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Presiden Joko Widodo sempat menawarkan jabatan strategis untuk koleganya Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) menjadi Dewan Pertimbangan Presiden. Namun, jabatan tersebut ditolak mentah-mentah oleh OSO.

Jokowi akhirnya melabuhkan jabatan Wantimpres kepada rival OSO, Wiranto.

BACA JUGA: Pasien Membludak, Petugas Medis Tak Sempat Tangani Jasad Korban Virus Corona

Menyikapi hal tersebut, OSO menjawabnya bijaksana, dia mengaku menolak tawaran tersebut lantaran mendapatkan amanah dari kader Partai Hanura sebagai Ketua Umum.

“Kan udah dijelasin tadi bahwa saya masih mempunyai tugas di Partai Hanura kalau sudah selesai, saya pasti terima,” kata OSO usai acara pengukuhan pengurus DPP Hanura, JCC, Senayan, Jumat (24/1).

BACA JUGA: Rampung, Draf Omnibus Law Akan Diserahkan ke Presiden Senin Besok

Selain itu, OSO melontarkan alasan konstitusional dibalik penolakannya. Dalam undang-undang disebutkan dewan pertimbangan presiden tidak boleh rangkap jabatan sebagai pimpinan partai politik.

Sehingga alasan tersebut menjadi penguat dirinya untuk tetap bertahan menjadi Ketua Umum Partai Hanura yang dicintainya.

“Jadi Pak Presiden juga mengerti bahwa menjadi Watimpres tidak boleh memegang jabatan-jabatan yang seperti itu,” ucapnya.

BACA JUGA: Dicecar 14 Pertanyaan, Hasyim Mengaku Tidak Tahu Wahyu Bermain Seorang Diri Atau Ada Orang Lain

Disinggung mengenai tawaran terbuka menjadi Wakil Kepala Staf Kepresidenan, OSO menjawabnya santai bahwa dirinya seakan lebih berwibawa menjadi ketum partai.

“Masa saya jadi wakilnya,” tandasnya.(ra)


Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here