Jumlah Orang Yang Dikubur Naik di Jakarta, Anies Duga Ada Data COVID Yang Disembunyikan

0
337
Sempat Ditolak Warga, Jenazah Gadis PDP Covid-19 Bisa di Makamkan Atas Bantuan Polri dan TNI
Proses pemakaman jenazah pasien covid-19.
Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan curiga ada data kematian COVID-19 yang disembunyikan pemerintah pusat. Sebab, angka warga Jakarta yang dimakamkan meningkat tajam di bulan Maret 2020.

BACA JUGA: Tewas Kecelakaan Tunggal, Wakil Jaksa Agung Ikut Rapat Penelusuran Korupsi Jiwasraya di DPR Januari Lalu

Menurut data yang dilansir situs channelnewsasia.com (4/4/2020), pada Maret 2020, ada 4.400 warga DKI Jakarta yang dikubur di Jakarta. Itu berdasarkan data dari Dinas Taman dan Pemakaman Provinsi DKI Jakarta. Sedangkan pada Maret 2019, seblum adanya COVID, angka yang dimakamkan cuma 3.100 orang.

Sementara itu, data korban jiwa akibat COVID-19 di kota Metropolitan ini adalah 971 kasus dan yang meninggal dunia 90 orang.

Padahal tetapi tidak ada epidemi baru yang dilaporkan di Jakarta selama periode tersebut dan juga tidak ada bencana alam besar.

BACA JUGA: Office Boy DPR yang Bertugas Dekat Ruang Puan Maharani Positif Corona

Sayangnya angka-angka dari Dinas tersebut tidak mengidentifikasi penyebab kematian. Belum diketahui pula apakah kematian juga diakibatkan penyakit lain, seperti demam berdarah dengue yang juga tengah mewabah di Indonesia atau penyakit lain.

Anies mencurigai jumlah infeksi dan kematian di Jakarta telah dilaporkan itu karena lewat kualitas pemeriksaan yang dianggap terendah di dunia. “Ini sangat mengganggu,” kata Baswedan merujuk pada statistik pemakaman.

“Aku berusaha untuk menemukan alasan lain selain kematian COVID-19 yang tidak dilaporkan.”

Seorang staf kantor Gubernur DKI Jakarta mengklaim mendapat laporan dari staf rumah sakit di Jakarta bahwa adanya 438 orang yang mereka duga meninggal karena COVID-19 antara 6 Maret-2 April 2020.

BACA JUGA: Di Jakarta Sudah 1.071 Orang Terjangkit Covid-19, 98 Meninggal Dunia

Sementara itu, Achmad Yurianto, seorang pejabat senior Kementerian Kesehatan, membela sistem pelaporan dan pengujian. Ia mengatakan pemerintah pusat mendasarkan data pada hasil lab menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) yang akurat.

Namun Achmad tak mau menanggapi soal melonjaknya angka pemakaman.(ra/tm)


Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here