Banyak Tim Medis Gugur, Legislator PAN Sebut Masih Banyak RS yang Kekurangan APD

0
132
Banyak Tim Medis Gugur, Legislator PAN Sebut Masih Banyak RS yang Kekurangan APD
Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay.
Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Pasukan medis yang menjadi garda terdepan dalam penanganan virus korona atau Covid-19 kian banyak yang wafat. Peran dengan tugas yang kerap berinteraksi langsung dengan pasien Covid-19 menjadi awal penyebab dari gugurnya tenaga medis.

BACA JUGA: Dukung Dokter & Perawat Pasien Covid-19, Warga Belanda Kutip Surah Al Maidah 32

Belum lagi keterbatasan Alat Pelindung Diri (APD) bagi paramedis membuat keselamatan mereka terancam karena menempatkan para pejuang di garis depan ini dalam risiko tinggi untuk tertular.

Hingga kini, dilaporkan ada 17 dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan dan 5 dokter gigi yang meninggal dunia. Meski demikian, para dokter dan tenaga medis tetap semangat. Moral dan mental mereka masih tetap kokoh dan kuat untuk tetap bertarung.

BACA JUGA: Kurangi Penyebaran Covid-19, Stay At Home yang Menyenangkan Bagi Anak

Menanggapi hal itu, anggota Komisi Kesehatan (Komisi IX) DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, meminta pemerintah untuk memperhatikan secara sungguh-sungguh para dokter dan tenaga medis yang berjuang melawan virus korona.

Saleh mengungkapkan, banyaknya dokter dan tenaga medis yang meninggal diduga karena lemahnya perlindungan saat mereka menjalani tugas. Terbukti, banyak sekali dari mereka yang bertugas tanpa APD yang memadai dan standar. Hal ini menjadi fenomena yang riskan mengingat wabah korona makin mengkhawatirkan.

BACA JUGA: Kabar Baik, Ketua Satgas Sebut 18 Pasien Positif COVID-19 di Bali Sembuh

“Para dokter, tenaga kesehatan, dan petugas kesehatan adalah manusia biasa. Mereka juga mengikuti pemberitaan yang ada dari berbagai belahan dunia. Sama dengan kita, mereka tentunya ada perasaan takut dan khawatir. Sementara tugas-tugas yang menanti mereka belum tahu akan berakhir sampai kapan,” kata Saleh saat dikonfirmasi, Minggu (5/4/2020).

Kondisi tersebut tentu tak wajar jika dianggap sesuatu yang biasa. Kurangnya perangkat keselamatan bagi tim medis meniscayakan timbulnya petaka bagi mereka, dan petaka itu datang saat segala faktor penunjang keselamatan tak tercukupi.

BACA JUGA: Lebih Bahaya dari Corona, ProDEM bersama Said Didu Melawan Virus Anti Demokrasi

Untuk itu, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengingatkan, sebaiknya pemerintah lebih memperhatikan pengamanan mereka ketika bertugas. Alat pelindung diri dan alat kesehatan yang standar perlu dipersiapkan secara lengkap.

Tak berhenti dari penyediaan, Saleh juga mengingatkan tentang pentingnya pembagian APD dan perangkat kesehatan yang merata ke sejumlah rumah sakit (RS) yang menjadi rujukan penanganan wabah ini. Pasalnya, Saleh mengungkapkan, masih ada beberapa RS yang tidak memiliki alat kesehatan yang cukup untuk menangani pasien Covid-19.

BACA JUGA: Pandemi Covid-19, IDI: Dokter Berstatus PDP Meninggal Dunia

Keadaan itu juga lah yang pada Jumat (3/4) kemarin, seorang pasien berstatus dalam pengawasan di RSUD Padang Sidimpuan meronta menahan sakit karena kurangnya kebutuhan alat medis. Akibatnya, pihak RS tak mampu menangani secara maksimal hingga pasien tersebut meninggal setelah sebelumnya sempat dirujuk ke RS Adam Malik Medan.

“Salah satu yang paling disorot adalah APD. Saat ini, ketersediaannya masih sangat terbatas. Ada banyak RSUD yang melaporkan bahwa mereka tidak memiliki APD. Bahkan, saya dengar, ada RS rujukan yang tidak berani menerima pasien karena alkes dan APD mereka tidak lengkap,” ungkapnya.

Kebutuhan alat medis yang lengkap, lanjut Saleh, sangat diutamakan agar mereka yang bertugas merasa nyaman dan terlindungi saat bekerja. Oleh karenanya, APD dan alat kesehatan harus dibagikan secara distributif ke seluruh Indonesia.

BACA JUGA: Peduli Covid-19, Muhammadiyah Bali Bagikan Nasi Bungkus ke Pengguna Jalan

“Jika saat ini para dokter kita masih tetap berjuang, itu lebih pada panggilan moral. Keteguhan hati mereka untuk menuntaskan kerja-kerja kemanusiaan di depan mata,” ungkap mantan ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah ini.

“Saya yakin, pemerintah kita sedang mengerjakan hal itu. Namun kita perlu mendorong agar prosesnya dipercepat. Sebab, masyarakat yang terpapar virus corona semakin banyak. Selain berupaya memutus mata rantai penyebarannya, kita juga tentu harus memastikan adanya penanganan yang baik bagi mereka yang terpapar,” tambahnya manandaskan.(ra/ts)


Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here