Kurangi Penyebaran Covid-19, Stay At Home yang Menyenangkan Bagi Anak

1822
331
Kurangi Penyebaran Covid-19, Stay At Home yang Menyenangkan Bagi Anak
Stay at home alias tetap berada di rumah saat ini jadi strategi yang dilancarkan demi mencegah penularan virus corona.
Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

TEROPONGMETRO – Stay at home atau tetap berada di rumah harus dibuat menyenangkan dan menjadi kesempatan merajut komunikasi yang baik antara keluarga dan anak.

Child protection specialist Unicef Indonesia, Astrid Gonzaga Dionisio mengatakan, dalam imbauan menjaga jarak fisik atau physical distancing di tengah pandemi corona saat ini, stay at home merupakan cara paling baik untuk mencegah penularan virus corona atau Covid-19.

BACA JUGA: Kabar Baik, Ketua Satgas Sebut 18 Pasien Positif COVID-19 di Bali Sembuh

“Ini saatnya keluarga bisa mengobrol bersama, melakukan kegiatan bersama tanpa dibatasi perangkat gadget atau gawai,” ujar Astrid, Jakarta, Sabtu (4/4/2020).

Menurut Astrid, hal tersebut tentu selama ini sulit dilakukan terutama bagi keluarga yang berdomisili di perkotaan. Dimana orang tua (ayah dan ibu) bekerja, pergi pagi saat anak masih tidur dan pulang saat anak sudah tidur.

BACA JUGA: Lebih Bahaya dari Corona, ProDEM bersama Said Didu Melawan Virus Anti Demokrasi

“Stay at home juga menjadikan anak-anak belajar di rumah untuk menunjang aktivitas sekolahnya. Tentunya ini menjadi tantangan bagi orang tua karena harus memberikan pengasuhan ekstra untuk membimbing anak dalam belajar,” jelasnya.

Hal lain yang menjadi persoalan, kata Astrid, bisa jadi anak sudah mulai bosan dengan aktivitas di rumah. Terlebih anak remaja yang lebih suka berkumpul dengan teman-temannya dibanding dengan orang tuanya.

BACA JUGA: Pandemi Covid-19, IDI: Dokter Berstatus PDP Meninggal Dunia

“Namun, kita harus memastikan bahwa aktivitas di rumah juga menyenangkan. Orang tua juga harus mempersiapkan kemampuan untuk mendampingi anak-anaknya,” ucap Astrid.

Tantangan lain, lanjut Astrid, bisa saja ada anak yang mengalami keterbatasan fasilitas internet atau fasilitas lainnya dalam proses belajar online di rumah. Dalam kondisi ini, tentu anak-anak rentan dan tidak bisa mengikuti teman-teman lainnya karena keterbatasan fasilitas.

“Orang tua yang mengandalkan penghasilan harian pun, terpaksa keluar rumah untuk mencari makan. Di saat inilah anak bisa kurang pendampingan dan rentan tertular virus corona,” tegasnya.

BACA JUGA: Peduli Covid-19, Muhammadiyah Bali Bagikan Nasi Bungkus ke Pengguna Jalan

Astrid menambahkan, untuk keluarga rentan yang mengandalkan penghasilan dari sektor informal tentu sangat terbantu dengan adanya kebijakan pemerintah yang membantu, entah dalam bentuk bantuan langsung agar menjaga kondisi perekonomian keluarga tersebut.

“Memang ada tantangan stay at home tapi jauh lebih banyak hal-hal menyenangkan. Buatlah ini suatu kesempatan, kita berikan kasih sayang dan pujian terhadap anak,” tandas Astrid. (ra/tm)


Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Comments are closed.