Lebih Bahaya dari Corona, ProDEM bersama Said Didu Melawan Virus Anti Demokrasi

0
283
Lebih Bahaya dari Corona, ProDEM bersama Said Didu Melawan Virus Anti Demokrasi
Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Langkah Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengancam akan mempidanakan mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu merupakan bentuk kedunguan dalam berdemokrasi.

Begitu terang Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule menanggapi rencana Luhut mempidanakan Said Didu karena menyebut “pikiran Luhut hanya uang dibanding virus corona”.

BACA JUGA: Pandemi Covid-19, IDI: Dokter Berstatus PDP Meninggal Dunia

Tindakan Luhut bukan saja langkah keliru, melainkan juga dapat membunuh demokrasi di negeri ini. Terlebih, para penguasa dan para pendukung umumnya menempuh jalan ini untuk menghadapi orang yang keras mengkritik.

Padahal apa yang disampaikan Said Didu juga ada dasarnya. Bagaimana tidak, ketika marak penyebaran virus corona, Luhut malah meminta bahkan terkesan mendesak agar tenaga kerja asing (TKA) China untuk kembali masuk dan bekerja ke Indonesia.

BACA JUGA: Peduli Covid-19, Muhammadiyah Bali Bagikan Nasi Bungkus ke Pengguna Jalan

Bagaimana tidak, ketika virus corona menjadi pandemik global, Luhut malah sibuk mengurus investor-investor yang akan diajak untuk membantu dan meneruskan pembangunan ibukota baru, yang belum memiliki dasar atau pijakan hukum, ketimbang mengurus virus corona agar penyebarannya tidak meluas.

“Bahkan Luhut terkesan seolah menganggap remeh virus tersebut, dengan mengatakan “virus corona tak tahan dengan cuaca Indonesia”,” ujarnya, Minggu (5/4).

Bagi Iwan Sumule, pernyataan Luhut selalu kontroversial dan terlihat tidak berempati pada rakyat yang sedang ketakutan atas pandemik virus corona dan sedang kesusahan ekonomi.

BACA JUGA: Jumlah Orang Yang Dikubur Naik di Jakarta, Anies Duga Ada Data COVID Yang Disembunyikan

Bertameng UU ITE, penguasa acapkali membuat rakyat takut, ditangkap, hingga dipenjarakan. Ketua DPP Partai Gerindra itu menilai ancaman kebebasan berbicara di era Jokowi sebenarnya lebih menakutkan dibanding ancaman virus corona.

“Kalau virus corona menyerang paru-paru, sementara virus anti demokrasi menyerang otak,” tegasnya.

Menyusutkan isi otak, lanjut Iwan Sumule, dapat membuat daya pikir menurun drastis. Sehingga dampak yang paling menakutkan adalah mereka yang terinfeksi virus anti demokrasi akan menjadi dungu.

Sedangkan mereka yang sudah terinfeksi virus corona bisa sembuh dengan sendirinya jika memiliki antibodi yang kuat.

BACA JUGA: Tewas Kecelakaan Tunggal, Wakil Jaksa Agung Ikut Rapat Penelusuran Korupsi Jiwasraya di DPR Januari Lalu

“Akan tetapi mereka yang terinfeksi virus anti demokrasi, tidak ada antibodi dalam tubuh yang dapat melawan virus anti demokrasi ini,” ujarnya.

Paling berbahaya adalah ketika mereka yang terinfeksi virus anti demokrasi diberi kekuasaan atau memiliki kekuasaan negara. Sebab, mereka dapat membunuh hak-hak asasi, hak-hak yang paling dasar yang dimiliki setiap orang.

“Sehingga dengan tegas ProDEM menyatakan bersama Said Didu untuk melawan siapa saja yang ingin membunuh demokrasi dan merampas hak-hak dasar yang dimiliki setiap warga negara,” demikian Iwan Sumule. (ra/tm)


Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here