Gunung Kidul Terapkan Karantina di Tengah Laut Bagi Nelayan yang Baru Datang

0
455
Gunung Kidul Terapkan Karantina di Tengah Laut Bagi Nelayan yang Baru Datang
Ilustrasi Pantai Sadeng Gunung Kidul.
Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

GUNUNG KIDUL (TEROPONGMETRO) – Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta menyatakan nelayan yang datang dari daerah lain harus mau diperiksa kesehatan dan mengadakan isolasi diri di tengah laut. Mereka tidak bisa langsung menemui warga pantai Gunung Kidul.

Ketentuan ini telah diterapkan kepada 33 nelayan dari Pekalongan, Jawa Tengah yang menjalani isolasi mandiri di tengah laut selama 14 hari di kawasan Pantai Sadeng, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

BACA JUGA: Gurita Bisnis di Lingkaran Istana, PDIP Sebut Jangan Dibinasakan Tapi Dibina Saja

Ketua Kelompok Nelayan Sadeng, Sarpan di Gunung Kidul, mengatakan pada Sabtu (18/4) pagi ada 33 nelayan asal Pekalongan yang masuk ke Sadeng melalui jalur darat. Rombongan langsung diperiksa kesehatan oleh petugas dari Puskesmas Girisubo.

“Setelah pemeriksaan selesai, para nelayan diminta naik ke kapal ukuran 30 grosston untuk proses karantina mandiri. Tidak boleh komunikasi dengan penduduk lokal, karena langsung diminta naik ke kapal untuk karantina,” kata Sarpan.

Meski dalam proses karantina, para nelayan ini tetap diperbolehkan beraktivitas untuk menangkap ikan. Hanya saja, rombongan tidak boleh mendarat sebelum masa karantina 14 hari berakhir.

“Biasanya kalau melaut hanya tujuh sampai sepuluh hari. Tapi, berhubung ada proses karantina maka harus mematuhi prosedur yang ada,” katanya.

BACA JUGA: Jusuf Kalla: Pemerintah Kurang Tegas dalam Tangani Pandemi Virus Corona

Sarpan mengatakan awalnya, Pelabuhan Sadeng menerapkan kebijakan melarang nelayan dari luar masuk untuk mencegah penyebaran COVID-19.

“Awal penerapan kebijakan ini ada 13 nelayan yang diminta untuk pulang ke daerah asal. Seiring berjalannya waktu, aturan ini diperlonggar karena nelayan dari luar daerah diperbolehkan masuk, tapi dengan catatan harus mau diperiksa kesehatannya serta melakukan karantina mandiri di tengah laut,” tutup Sarpan.(ra/tm)


Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •