Muhammadiyah Gelontorkan Rp. 123 Miliar dan 60.000 Relawan Untuk COVID-19

1910
4356
Muhammadiyah Gelontorkan Rp. 123 Miliar dan 60.000 Relawan Untuk COVID-19
Wakil Ketua Bidang Kerjasama dan Advokasi MCCC PP Muhammadiyah, dr Corona Rintawan.
Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Langkah nyata Muhammadiyah dalam membantu peran pemerintah dalam menekan dan menangani pandemi covid-19. Muhammadiyah mengerahkan 60.000 relawan dalam mendukung penanganan pandemi Covid-19 yang tersebar di seluruh penjuru negeri dalam satu komando Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC).

BACA JUGA: Perusahaan Wajib Bayar THR, Bupati Klaten: Bandel Akan Ada Sanksi

Muhammadiyah juga telah menggelontorkan anggaran sekitar Rp. 123 miliar untuk penerima manfaat respon cepat terkait pandemi COVID-19. Anggaran tersebut digelontorkan kepada 2.035.405 jiwa penerima manfaat.

“Sampai saat ini Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah sudah mengeluarkan dana Rp123.522.628.068 untuk program-program edukasi promosi di luar rumah sakit,” kata Wakil Ketua Bidang Kerjasama dan Advokasi MCCC PP Muhammadiyah, dr Corona Rintawan saat diskusi daring dengan tema “Dukungan Relawan Organisasi Keagamaan dan Relawan Indonesia Bersatu” di Jakarta, Kamis (14/5/2020).

Wakil Ketua Bidang Kerjasama dan Advokasi MCCC PP Muhammadiyah yang juga kerap dipanggil  dengan sebutan “dr. Co” ini menyampaikan bahwa MCCC melakukan pengumpulan data keseluruhan relawan Muhammadiyah yang terjaring berjumlah sekitar 60.000 relawan “Data relawan baik itu petugas rumah sakit maupun relawan di luar rumah sakit sekitar 60.000 relawan. Semua lini relawan baik fokus di pencegahan ataupun penanganan,” tegasnya.

BACA JUGA: Ahmad Dhani: Saya Akan Lawan Mereka yang Meremehkan Agama, Termasuk Jerinx

Relawan – relawan yang terjaring ini merupakan inisiatif dalam menggerakkan sumber daya yang dimiliki oleh Muhammadiyah, yaitu ratusan rumah sakit dan perguruan tinggi yang ada di seluruh Indonesia untuk bersama dalam satuan tugas MCCC menangani pandemi Covid-19.

Dilaporkan bahwa rincian relawan Muhammadiyah di antaranya terdiri dari sektor medis dan non medis dari pimpinan pusat hingga pimpinan ranting. Berdasarkan data yang ada, sektor medis yang bergerak sekitar 2.396 dokter, 7.225 perawat, 1.333 bidan, 1.255 penunjang medis, 1.009 petugas farmasi, 700 gizi dan 6.482 umum di rumah sakit. Sedangkan pada sektor non medis diantaranya 30 psikolog, 62 staf psikososial, 32 staf logistik, 45 staf administrasi dan beberapa jajaran pimpinan pusat, wilayah, cabang hingga ranting di seluruh Indonesia.

BACA JUGA: Menkes Sarankan Pilkada Setelah Pandemi Covid-19 Ditetapkan Berakhir

Secara umum, kegiatan Muhammadiyah dalam penanganan COVID-19 telah dimulai sejak 6 Maret ketika dibentuknya gugus tugas dimana pada saat itu telah langsung terstruktur untuk melakukan sosialisasi hingga ke jajaran di bawah.

Apalagi Muhammadiyah juga memiliki ratusan rumah sakit dan perguruan tinggi sehingga dapat implementasi untuk imbauan, surat edaran serta instruksi dapat segera diimplementasikan.

“Jadi kegiatan program pembatasan jarak fisik tidak hanya sekadar imbauan, namun juga instruksi. Bahkan kami juga mengevaluasi yang membandel secara persuasif,” katanya.

BACA JUGA: Pemuda Muhammadiyah Kembali Salurkan Sembako Untuk Warga Terdampak Covid-19

Selain fokus pada penerima manfaat, Muhammadiyah juga telah meluncurkan kegiatan sadar faktor risiko diri sendiri (safari) sebagai salah satu bentuk edukasi pada masyarakat, seperti adanya himbauan social distancing, pemakaian masker, disinfeksi, edukasi promotif serta mengaktifkan rumah sakit sebagai rumah sakit rujukan Covid-19.

Ia mengatakan hal itu di samping terus berjalannya gerakan relawan, disinfeksi, fokus di bidang kesehatan serta edukasi-edukasi lainnya yang dilakukan secara promotif.(ra)


Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Comments are closed.