RSUD Ogan Ilir Pecat 109 Nakes Karena Menolak Menangani Pasien Covid-19

1914
1908
RSUD Ogan Ilir Pecat 109 Nakes Karena Menolak Menangani Pasien Covid-19
Perwakilan tenaga medis RSUD Ogan Ilir yang mogok kerja sejak Jumat (15/05/2020) diterima anggota komisi IV DPRD Ogan Ilir, Senin (18/5/2020). Mereka pun mengadukan alasan mereka mogok kerja ke DPRD.
Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ogan Ilir (TEROPONGMETRO) – RSUD Ogan Ilir di Sumatera Selatan memecat 109 tenaga kesehatan (nakes) karena tolak menangani pasien terkait virus Corona (COVID-19). Pihak RSUD memastikan pelayanan tetap berjalan normal.

“Pelayanan masih berjalan normal. Kami masih punya PNS dan tenaga kesehatan yang masih mau bergabung,” ujar Dirut RSUD Ogan Ilir, dr Roretta Arta ketika dimintai konfirmasi, Kamis (21/5/2020).

BACA JUGA: 81 Persen Warga Ingin Akhiri PSBB, Tapi Penyebaran COVID 19 Masih Tinggi

Pemecatan sendiri, diakui Roretta, karena para nakes tersebut mogok kerja dan menolak menangani pasien COVID-19. Padahal, saat ini tenaga mereka sangat dibutuhkan di rumah sakit.

“Sudah dilakukan pemanggilan untuk kerja, tapi tak mau masuk kerja. Padahal rumah sakit sedang butuh tenaga, Ada tuntutan, tapi semua sudah dipenuhi,” katanya.

Melihat ratusan tenaga medis itu tak mau masuk, pihaknya pun kemudian membuat keputusan mengejutkan. Mereka yang ikut mogok kerja dan sempat demo di DPRD pada 18 Mei lalu akhirnya dipecat.

“Yang diberhentikan perawat dan bidan. Kami masih punya pegawai PNS dan tenaga kesehatan yang masih mau bergabung,” tegas Roretta.

BACA JUGA: Luhut Bisar Sebut Pemerintah Bukan Berubah-ubah, Tapi Dinamika Covid-19 Butuh Penyesuaian

Dirut RSUD Ogan Ilir Pecat 109 Nakes Karena Menolak Menangani Pasien Covid-19
Surat pemecatan di RSUD Ogan Ilir di Sumatera Selatan, 109 tenaga kesehatan (nakes) karena tolak menangani pasien terkait virus Corona (COVID-19).

Surat pemecatan itu pun kemudian viral di media sosial. Dari jumlah ratusan yang dipecat, kini tinggal tenaga medis PNS dan beberapa tenaga medis honor yang masih aktif.

Keputusan pemecatan sendiri, tertuang dalam keputusan Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam Nomor: 191/KEP/RSUD/2020. Isinya yakni tentang Pemberhentian Tidak dengan Hormat Tenaga Honorer di RSUD Ogan Ilir.(ra)


Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Comments are closed.