Begini Reaksi KPU Terkait 2,3 Juta Data Pemilih Yang Diduga Bocor

0
930
Begini Reaksi KPU Terkait 2,3 Juta Data Pemilih Yang Diduga Bocor
Gedung KPU RI.
Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA TEROPONGMETRO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan pengecekan lebih lanjut terkait dengan keamanan server data milik penyelenggara pemilu itu sehubungan dengan dugaan jutaan data warga yang diretas.

Anggota KPU RI Viryan Azis di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa KPU langsung mengecek data internal mereka sejak adanya klaim peretasan tersebut.

BACA JUGA: Waduh! Konser BPIP Kena Prank Pemenang Lelang Motor Jokowi Ternyata Buruh

“KPU RI sudah bekerja sejak tadi malam menelusuri berita tersebut lebih lanjut, melakukan cek kondisi internal (server data) dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, informasi lebih lanjut akan disampaikan kemudian,” kata Viryan Azis sebagaimana dilansir Antara, Jumat (22/5/2020).

Terkait dengan unggahan salah satu akun media sosial mengenai kebocoran data pemilih itu, menurut Viryan, data tersebut merupakan soft file dari daftar pemilih tetap Pemilu 2014.

“Soft file data KPU tersebut (format pdf) dikeluarkan sesuai dengan regulasi dan untuk memenuhi kebutuhan publik bersifat terbuka. Picture ini berdasarkan meta datanya tanggal 15 November 2013,” katanya.

BACA JUGA: Lipi Sebut 41% Pengusaha Hanya Sanggup Bertahan Hingga Agustus

Menyinggung soal jumlah datar pemilih tetap pada Pemilu Presiden 2014, dia mengatakan bahwa data itu tidak sampai 200 juta jiwa, tetapi 190 juta jiwa.

Sebelumnya, pada hari Kamis (21/5) peretas mengklaim telah membobol 2,3 juta data warga Indonesia dari KPU.

Informasi itu datang dari akun @underthebreach yang sebelumnya mengabarkan kebocoran data ecommerce Tokopedia di awal bulan ini.

BACA JUGA: Nunggak Didenda Rp 30 Juta, Said Didu Sebut BPJS Bukan Untuk Memeras Rakyat

“Aktor (peretas) membocorkan informasi 2.300.000 warga Indonesia. Data itu termasuk nama, alamat, nomor ID, tanggal lahir, dan lainnya,” cuit @underthebreach.

Akun itu juga menyebutkan bahwa data tersebut tampaknya merupakan data tahun 2013. Tidak hanya itu, peretas juga mengklaim akan membocorkan 200 juta data lainnya.(ra)


Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here