PSI Minta Reshuffle Kabinet Jokowi, Pengamat Sebut Partai Pendukung Mulai Tak Puas

1914
5508
PSI Minta Reshuffle Kabinet Jokowi, Pengamat Sebut Partai Pendukung Mulai Tak Puas
Ketum PSI Grace Natalie.
Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Pengamat Ilmu pemerintahan Gde Siriana menilai hal yang wajar adanya permintaan Partai Solidaritas Indonesia(PSI) agar Presiden Joko Widodo melakukan reshuffleatau perombakan menteri. Pasalnya, banyak para pembantu presiden yang tak becus bekerja.

“Saya melihat ada ketidak puasan PSI pada pemerintahan Jokowi, jadi wajar saja menghendaki ada Reshuffle kabinet. Tapi itu kan suara parpol, sementara tingkat kepercayaan rakyat pada parpol sangat rendah (survey LSI 2019, Charta 2018),” kata Gde Siriana dalam pesan singkatnya, Senin (25/5/2020).

BACA JUGA: IDI Ingatkan Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Hari Raya Idul Fitri

Ketidak becusan ini, kata ia, banyaknya para menteri yang tak sejalan dengan keinginan Presiden Jokowi.

“Kalau sekali dua kali ada pejabat yang gak becus kerja atau salah omong, masyarkat menilai pejabatnya yang gak beres. Tapi kalau sudah berkali-kali terjadi dan dibiarkan ya artinya presidennya yang gak mampu memimpin kabinet,” ucapnya.

Apalagi, kata Gde, hal ini sudah terlihat sejak satu tahun pemerintah Jokowi yang dinilai banyak masyarakat yang sudah tidak percaya dengan mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

“Maka jika masyarakat boleh memilih ya lebih baik ganti pemerintahan. Reshuffle tak akan hasilkan improvement. Karena masalahnya pemerintahan tanpa leadership presiden. Nasib bangsa dan negara jangan dipertaruhkan,” tegasnya.

BACA JUGA: Larang Salat Eid Berjemaah Di Masjid, Kepala Desa Dikeroyok Warganya

Sebelumnya, PSI melontarkan isu reshuffle karena melihat ada beberapa menteri di kabinet sekarang yang kerjanya dianggap lambat dan memble. Padahal, PSI menegaskan Presiden Jokowi membutuhkan menteri yang gesit dan cepat dalam menangani situasi krisis akibat pandemi corona.

“Presiden perlu mengganti para menteri yang bekerja lambat dan lambat beradaptasi dengan situasi krisis,” ujar Koordinator Juru Bicara PSI, Dara Nasution.(ra/tm)


Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Comments are closed.