135 Tenaga Kesehatan di Jatim Terinfeksi COVID-19

1914
4284
135 Tenaga Kesehatan di Jatim Terinfeksi COVID-19
Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Jatim dr Kohar Hari Santoso.
Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SURABAYA (TEROPONGMETRO) – Kasus positif COVID-19 di Jawa Timur kian bertambah. Tak hanya menular ke masyarakat umum. Tercatat ada sebanyak 135 tenaga kesehatan di Jatim terinfeksi COVID-19.

Hal ini diungkapkan Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Jatim dr Kohar Hari Santoso. Kohar mengatakan data ini merupakan update hingga Minggu (24/5) lalu.

“Tenaga kesehatan sampai dengan tanggal 24 itu sudah 135 yang terinfeksi,” kata Kohar saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (28/5/2020).

BACA JUGA: Fantastis, Investasi Bodong Rugikan Masyarakat Hingga Rp 92 Triliun

Namun, Kohar enggan merinci tenaga medis yang tertular apakah sebagai dokter, perawat ataukah tenaga laboratorium. Dia juga tidak menjelaskan dari mana penularan para nakes tersebut.

“Itu saja,” singkat Kohar.

Sementara itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengungkap hari ini ada tambahan 159 pasien positif Corona di wilayahnya. Tambahan paling banyak berasal dari Surabaya yakni 84 pasien.

BACA JUGA: Kapolri Terbitkan Telegram Skenario New Normal Covid-19, Ngeyel Bisa Dipidana

Khofifah berpesan kepada masyarakat untuk membantu para tenaga kesehatan dengan senantiasa menjaga pola hidup bersih dan sehat, disiplin hingga menerapkan physical distancing.

Saya rasa tidak cukup banyak kita menyampaikan terima kasih. Terima kasih kita kepada tenaga kesehatan adalah dengan menjaga diri kita dengan patuh terhadap protokol kesehatan,” pesan Khofifah.

BACA JUGA: Masih Banyak Zona Merah, Ketua DPD Minta Pemerintah Kaji Ulang Pilkada Di Bulan Desember

Dari data yang dihimpun, total kasus positif COVID-19 di Jatim kini menembus angka 4.271. Ada 570 pasien yang sudah sembuh dan 348 pasien meninggal.

Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat ada 6.203 dan yang diawasi tinggal 2.930. Sementara untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) kini jumlahnya sebanyak 24.274 dan yang masih dipantau hanya 3.985.(robi/dtk)


Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Comments are closed.