Jaga Jarak, Muhammadiyah Kaji Sholat Jumat Lebih dari Satu Angkatan

1781
2442
Jaga Jarak, Muhammadiyah Kaji Sholat Jumat Lebih dari Satu Angkatan
Ilustrasi sholat jum'at shofnya renggang karena jaga jarak.
Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

YOGYAKARTA (TEROPONGMETRO) – PP Muhammadiyah sedang menggodok protokol kesehatan ketat jika masjid-masjid ditetapkan kembali dibuka untuk masyarakat beribadah. Salah satunya soal kemungkinan pelaksanaan sholat Jumat lebih dari satu angkatan.

Ketua PP Muhammadiyah Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial, dr Agus Taufiqurrohman mengatakan, pembahasan internal soal pembukaan kembali masjid melibatkan lintas majelis. Termasuk, Majelis Tarjih dan Tajdid untuk melihat fiqih-fiqih terkait.

BACA JUGA: Risma Pamit Sebagai Walikota, Ini Pesannya untuk Warga Surabaya

Ia menerangkan, pembahasan pelaksanaan sholat jumat lebih dari satu angkatan terkait physical distancing. Sebab, kemungkinan daya tampung tiap masjid tidak cukup jika harus melaksanakan physical distancing saat sholat Jumat.

“Maka itu, sedang kita kaji oleh Majelis Tarjih, bagaimana di Indonesia ini, apakah memungkinkan sholat Jumat itu lebih dari satu angkatan setiap Jumat,” kata Agus di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (1/6/20).

BACA JUGA: Lanjutkan Tahapan, KPU Kebut Regulasi Pilkada 2020

Agus menekankan, kemungkinan pelaksanaan tetap dengan protokol kesehatan. Serta, tetap harus didasarkan panduan-panduan dan tuntunan-tuntutan ibadah sholat yang benar dalam Islam sesuai Alquran dan hadits.

“Kalau di negara lain tidak ada masalah sholat jumat (lebih dari satu angkatan) karena keterbatasan masjid,” ujar Agus.

Dinamika lain, masjid di pinggir jalan memiliki kondisi yang kadang berbeda dengan masjid di kampung. Karenanya, kata Agus, protokol ketat yang sedang disiapkan PP Muhammadiyah belum tentu sama penerapannya di setiap masjid.

BACA JUGA: Din Syamsuddin: Pancasila untuk Dilakukan, Bukan Diklaim Sepihak!

“Intinya, di masjid jangan sampai terjadi penularan (Covid-19) baru,” kata Agus.

Ia menambahkan, di internal rekomendasi masjid boleh dibuka atau tidak turut melibatkan MCCC masing masing cabang, daerah, dan wilayah di bawah supermisi MCCC PP Muhammadiyah. Harapannya, protokol yang diterapkan benar-benar tepat.

BACA JUGA: PAN Kritik Draft RUU Pemilu tentang Syarat Pengajuan Calon Kepala Daerah

Menurut Agus, sebenarnya rancangan protokol sudah dibuat pada Ahad (31/5) lalu, baik untuk masjid, sekolah maupun tempat-tempat umum lain. Tapi, terus diperbarui menyesuaikan perkembangan kondisi Covid-19 terkini di Indonesia.

“Insya Allah pada Rabu (3 Juni 2020) sudah bisa kita press conference, dan sekarang sudah kita siapkan dalam bentuk model penyuluhan yang lebih mudah, sehingga jika mau dicetak di level masjid dan lain-lain lebih mudah,” tutur Agus. (dz)


Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Comments are closed.