Pilkada Serentak 2020 Butuh Dana Tambahan Rp 535 Miliar

1781
1998
Pilkada Serentak 2020 Butuh Dana Tambahan Rp 535 Miliar
Komisioner KPU, Viryan Aziz.
Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 bakal menambah anggaran hingga Rp 535 miliar.

Komisioner KPU, Viryan Aziz menerangkan, tambahan anggaran sebesar itu merupakan imbas dari pandemik virus corona baru atau Covid-19.

“Anggaran tambahan yang dibutuhkan lebih dari 535 miliar dengan kalkulasi yang detail dan berbasis data TPS terkini dari 270 daerah,” sebut Viryan dalam siaran persnya, Senin (1/6).

BACA JUGA: Bintang Puspayoga Larang Tayangan Iklan, Promosi dan Sponsor Rokok

Tambahan anggaran sebesar itu, laniut Viryan, merupakan konsekuensi yang harus ditanggung pemerintah. Karena setelah diidentifikasi, Pilkada Serentak yang digelar saat masa pandemik Covid-19 ini mengharuskan penyelenggara memerhatikan protokol kesehatan pencegahan penularan.

“Setelah identifikasi dan pilihan penyusunan protokol Covid-19 dalam setiap tahapan, konsekuensi berikut adalah penambahan anggaran,” tuturnya.

BACA JUGA: Jaga Jarak, Muhammadiyah Kaji Sholat Jumat Lebih dari Satu Angkatan

Mantan Anggota KPU Kalimantan Barat ini berujar, penambahan aggaran tersebut nantinya bakal dipakai untuk pengadaan perangkat kerja tambahan, mulai dari masker untuk petugas hingga berbagai alat lainnya yang menjadi kebutuhan penyelenggaran yang aman Covid-19.

“Pilihan mengurangi jumlah pemilih per TPS agar konsentrasi massa tidak banyak dan lama di TPS menjadi pertimbangan. Pengadaan alat pengukur suhu tubuh, pembersih tangan, sarana cuci tangan menjadi kebutuhan. Menyemprot areal TPS dengan disinfektan guna menjamin steril dari Covid-19 diperlukan,” beber Viryan Aziz.

BACA JUGA: Risma Pamit Sebagai Walikota, Ini Pesannya untuk Warga Surabaya

“Pilihan alat coblos sekali pakai mengemuka dalam pembahasan internal. Tata cara pemberian tinta ada tiga alternative, disemprot, tetes atau dioles menggunakan korek kuping,” tambahnya.

Oleh karena itu, KPU juga tengah berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait guna menciptakan Pilkada yang aman dari Covid-19 ini.

“Sekitar 101-105 juta pemilih tersebar di 309 kabupaten/kota pada 32 Provinsi akan datang ke TPS. Formulasi TPS yang bebas Covid-19 terus ditelaah sejak akhir Maret 2020,” demikian Viryan Aziz.(akh)


Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Comments are closed.