Risma Pamit Sebagai Walikota, Ini Pesannya untuk Warga Surabaya

1781
107490
Risma Pamit Sebagai Walikota, Ini Pesannya untuk Warga Surabaya
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SURABAYA (TEROPONGMETRO) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berpamitan kepada warga Surabaya. Hal itu disampaikan Risma saat Perayaan Hari Jadi ke-727 Kota Surabaya, di Balai Kota Surabaya, Minggu (31/5/2020).

“Ini mungkin perayaan Hari Jadi Kota Surabaya yang terakhir bagi saya, karena tahun depan saya harus meninggalkan balai kota. Karena itu saya mohon maaf kalau mungkin ada perkataan dan perilaku saya yang kurang berkenan di hati teman-teman sekalian,” tutur Risma.

BACA JUGA: Lanjutkan Tahapan, KPU Kebut Regulasi Pilkada 2020

Risma mengatakan, sebuah kota atau daerah itu bisa dikatakan berhasil atau tidak, tergantung pada jajaran pemerintahannya.

Tidak mungkin kota itu langsung serta merta berhasil tanpa ada upaya dan desain dari pengelola kotanya.

Oleh karena itu, ia meminta kepada seluruh jajaran Pemkot Surabaya untuk selalu bergerak, berpikir, dan jangan berhenti memajukan pembangunan Kota Surabaya.

Sebab, hal itu akan sangat berpengaruh pada masa depan anak cucu warga Surabaya.

BACA JUGA: Din Syamsuddin: Pancasila untuk Dilakukan, Bukan Diklaim Sepihak!

Ia berharap anak cucu Surabaya kelak, tidak hanya menjadi penonton di kotanya sendiri.

“Saya minta tolong yang ada di Pemkot Surabaya untuk terus bergerak, berpikir dan berpikir terus jangan sampai berhenti. Ayo kita terus majukan kota tercinta ini. Kalau kota ini maju, maka anak cucu kita akan survive di kotanya sendiri,” tutur Risma.

Menurutnya, maju itu bukan hanya kotanya terbebas dari banjir dan indah, tapi maju itu manusianya juga harus diajak untuk seiring dengan pembangunan kotanya.

BACA JUGA: PAN Kritik Draft RUU Pemilu tentang Syarat Pengajuan Calon Kepala Daerah

Ia juga mencontohkan ketika awal-awal menjadi Wali Kota Surabaya.

Saat itu, kata Risma, banjir terjadi di mana-mana dan bahkan ia hingga tiga hari tidak tidur untuk menyelesaikan banjir tersebut.

Ada salah satu staf yang mengatakan bahwa banjir tersebut merupakan banjir kiriman dari luar Kota Surabaya.

“Saya ingat betul omongan staf itu. Saya sampaikan kepada dia bahwa Gusti Allah sudah menciptakan Surabaya berada di tepi pantai di ujung Jawa Timur, itu sudah pemberian Tuhan. Dampaknya apa? Ya kita harus selesaikan banjir itu, hingga sekarang sudah tidak ada lagi banjir kiriman itu. Jadi artinya, kita bisa merubah itu,” ujar Risma.

BACA JUGA: Pasien Positif Covid-19 di Kota Denpasar Bertambah 3 Orang

Pada kesempatan itu, Risma berkali-kali mengajak warga terus bergerak dan melangkah memajukan Kota Surabaya.

Apabila berhasil membantu atau menolong orang, dan orang tersebut berhasil membantu banyak orang, maka ada kenangan yang bisa ditinggalkan.

“Ayo setiap individu harus bergerak untuk memajukan Surabaya, karena kita harus berjuang demi anak-anak kita semua,” ujar Risma. (robi)


Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Comments are closed.