Diperkarakan di Jalur Hukum, Ade Armando: Saya Sering Dipanggil Polisi Dan Enggak Cengeng

1781
8718
Diperkarakan di Jalur Hukum, Ade Armando: Saya Sering Dipanggil Polisi Dan Enggak Cengeng
Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsudin dan Ade Armando.
Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Tudingan kepada ormas Muhammadiyah menggulirkan isu pemakzulan yang ditulis di status Facebook diamini dan ditulis oleh pengamat politik Ade Armando.

Sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam postingan tersebut, Ade Armando mengaku tak masalah bila ada pihak yang memperkarakannya ke jalur hukum, termasuk bila Din Syamsuddin yang turut disebut dalam postingan itu melaporkannya ke pihak kepolisian.

BACA JUGA: Nenek 70 Tahun di Bogor Ditampar Petugas, Beras Bansos Miliknya Juga Dipotong 15 Kg

“Ya bagus (jika dilaporkan Din Syamsuddin). Kalau gitu, akan saya balikkan, apa tujuan anda (Din Syamsuddin) mengatakan bahwa pemerintah bergembira di atas penderitaan rakyat ketika pemerintah mengumpulkan dana Corona? Itu kebebasan dia, hak demokratis lah, saya hormati saja semua itu,” kata Ade Armando seperti dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Senin (1/6).

Bahkan, Ade mengaku tidak akan melaporkan balik jika ia diperkarakan oleh Muhammadiyah maupun Din Syamsuddin atas postingannya di akun pribadi Facebooknya.

BACA JUGA: Ade Armando Hina Din Syamsuddin, Pemuda Muhammadiyah Bawa ke Jalur Hukum

“Enggak, saya enggak pernah lapor balik. Paling saya tanggapi, saya selalu penuhi kok, saya sudah berulang kali dipanggil polisi dan saya selalu jelaskan. Saya enggak pernah cengeng kalau ada ancaman-ancaman kaya begini,” ujarnya.

Adapun alasan Ade Armando menyebut Muhammadiyah lantaran diskusi bertema ‘Menyoal Kebebasan Berpendapat dan Konstitusional Pemakzulan Presiden di Era Pandemi Covid-19’ diselenggarakan oleh Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadiyah (Mahutama) serta menghadirkan pembicara Din Syamsuddin.

BACA JUGA: Wow, Ternyata Tunjangan Kerja Direksi Baru TVRI sebesar Rp12 M!

Bila tuduhannya salah, ia pun meminta kepada Muhammadiyah untuk memberikan klarifikasi bahwa penyelenggara tersebut bukan merupakan organisasi resmi Muhammadiyah.

“Saya sih menganggap, paling tidak kalau yang ditunjuk jadi keynote speaker itu kan menunjukkan siapa yang dituakan, yang dijadikan panutan dalam acara tersebut. Nah orang itu adalah Din Syamsuddin,” tandasnya.

BACA JUGA: Positif Covid-19 Masih Meningkat Jelang New Normal, Hari Ini Totalnya Capai 26.940 Orang

Dalam unggahan di Facebooknya, Ade Armando menuliskan acara webinar yang menghadirkan Din Syamsuddin menggulirkan isu pemakzulan presiden.

“Isu pemakzulan Presiden digulirkan Muhammadiyah. Keynote Speaker-nya Din Syamsuddin, si dungu yang bilang konser virtual Corona menunjukkan pemerintah bergembira di atas penderitaan rakyat,” tulis Ade Armando di akun Facebooknya.(rmol)


Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Comments are closed.