Jaga Imunitas Tubuh Dengan Protein Hewani Ditengah Pandemi Covid-19

1780
816
Jaga Imunitas Tubuh Dengan Protein Hewani Ditengah Pandemi Covid-19
Protein hewani yang bersumber dari daging sapi dan susu memiliki banyak manfaat untuk meningkatkan dan menunjang imunitas tubuh dalam menjalani era new normal di tengah pandemi Covid--19.
Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LAMPUNG (TEROPONGMETRO) – Seiring dengan diterapkannya new normal atau normal baru, kegiatan masyarakat pun kembali berjalan di tengah pandemi Covid-19 yang masih merebak. Agar siap dalam menunjang berbagai kegiatan yang dijalani selama era new normal, meningkatkan imunitas tubuh merupakan hal yang penting. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi makanan bergizi, seperti protein hewani yang bersumber dari daging sapi dan susu.

BACA JUGA: Gubernur Sumbar Berharap Muhammadiyah Jangan Lelah Berkiprah Untuk Umat

Direktur Komersial PT Great Giant Livestock, Dayu Ariasintawati, mengatakan saat ini masyarakat dihadapkan pada pandemi virus Covid-19 yang mengharuskan untuk tetap menjaga imunitas tubuh.

Salah satunya adalah dengan mengkonsumsi makanan bergizi berupa protein hewani yang bersumber dari daging sapi dan susu. Sebab, protein hewani yang terkandung dalam daging sapi sangat bermanfaat untuk memperbaiki sel tubuh yang rusak, hingga meningkatkan fungsi otak. Sedangkan zat besi berfungsi sebagai pengikat oksigen dalam tubuh,membantu proses metabolisme, dan menjaga suhu tubuh agar tetap stabil.

“Kami berharap di era new normal ini masyarakat tambah peduli dengan ketahanan imunitas tubuh salah satunya dengan mengonsumsi protein hewani daging sapi dan susu,” ungkap Dayu dalam keterangan pers.

BACA JUGA: Bawaslu Sebut Protokol Kesehatan Jadi Dasar Utama Pelaksanaan Dan Pengawasan Pilkada

Namun, lanjut Dayu, kebutuhan nutrisi yang berasal dari daging sapi bagi masyarakat Indonesia masih tinggi. Sebab berdasarkan data Organisation for Economic Co-operationand Development (OECD) yang dirilis pada 2018, konsumsi daging pada masyarakat Indonesia pada 2017 baru mencapai rata-rata 1,8 kg untuk daging sapi.

Namun, lanjut Dayu, kebutuhan nutrisi yang berasal dari daging sapi bagi masyarakat Indonesia masih tinggi. Sebab berdasarkan data Organisation for Economic Co-operationand Development (OECD) yang dirilis pada 2018, konsumsi daging pada masyarakat Indonesia pada 2017 baru mencapai rata-rata 1,8 kg untuk daging sapi.

BACA JUGA: PAN Sebut Sejak Awal, Sudah Mengendus ‘Bau Tak Sedap’ dalam RUU Pancasila

Rata-rata tingkat konsumsi daging di Indonesia juga masih jauh di bawah rata-rata tingkat konsumsi dunia yang mencapai 6,4 kg daging sapi. Alhasil,diharapkan Indonesia dapat memenuhi kebutuhan pangan nasional denganproduksi dalam negeri.

Untuk itu, Dayu mengatakan pihaknya menghadirkan daging sapi berlabel Bonanza Beef pineapple-fed Beef dari PT Great GiantLivestock yang telah berkecipung di industri Sapi Feedlot selama lebih 20 tahun. Berlokasi di Terbanggi Besar, Lampung Tengah, merupakan peternakan berada di tengah perkebunan dari Great Giant Pineapple dan salah satu makanan sapi adalah by product dari industri nanas. Sapi merupakan biodigester untuk by products industri perkebunan.

“Bromelain enzyme dari nanas sering dijadikan sebagai meat tenderizer, dan dapat memberikan efek kepada kualitas daging sapi yang dihasilkan ketika menjadi pakan ternak. Daging berkualitas tinggi adalah hasil dari perawatan dan nutrisi yang tepat kepada ternak,” jelas Dayu.

BACA JUGA: Bertambah 1.226, Kasus Positif Virus Corona di RI Per 20 Juni Capai 45.029

Selain itu, lanjut Dayu, pihaknya juga berinovasi menyediakan kemasan daging sapi consumer-pack untuk memudahkan konsumen memasak di rumah tanpa repot memotong daging seperti daging sapi irisan shabu, atau potongan steak dalam kemasan vakum. Sebab, menikmati daging sapi adalah pengalaman yang menyenangkan dan memasak di rumah menjadi tren gaya hidup baru. Daging sapi berkualitas baik membutuhkan upaya menyeluruh sepanjang proses produksi daging sapi peternakan hingga ke konsumen. (i-one)


Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Comments are closed.