Hadapai Krisis Global Corona, LaNyalla Ingatkan Tiga Sektor Ketahanan Prioritas

1780
1488
Hadapai Krisis Global Corona, LaNyalla Ingatkan Tiga Sektor Ketahanan Prioritas
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.
Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Tiga sektor ketahanan harus menjadi prioritas pemerintah saat ini, di tengah pandemi virus corona baru (Covid-19). Salah satu dampak yang harus diantisipasi yaitu ancaman resesi global yang sudah nyata di depan mata.

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, ketiga sektor ketahanan yang harus diprioritaskan adalah kesehatan, pangan dan sosial.

BACA JUGA: UMKM Menjamur Bukan Dirancang, Tapi Karena Tak Ada Pekerjaan Formal

“Inilah sebenarnya tantangan kita. Itulah mengapa saat saya bertemu Presiden Jokowi dalam rangka konsultasi bulan Februari lalu, saya sudah sampaikan kepada Presiden pentingnya memprioritaskan tiga ketahanan ini di Indonesia di masa pandemi,” tegas LaNyalla dalam Orasi Kebangsaan dengan tema “Tantangan Indonesia di Masa Pandemi Covid-19”, di depan peserta Rapat Kerja Nasional Virtual PB IKAMI Sulawesi Selatan, Sabtu (27/6/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini Indonesia sedang memanggil seluruh stakeholder untuk bersatu padu. Saling bahu membahu dalam menghadapi wabah Covid-19. Bukan hanya dari sisi kesehatan, tetapi dari sisi dampak yang disebabkan oleh pandemi ini.

“Termasuk memanggil para mahasiswa dan pelajar, untuk ikut berkiprah dalam menghadapi situasi sulit ini,” tuturnya.

BACA JUGA: Cipayung Plus Denpasar Gelar Diskusi Virtual, Bahas Fenomena Negara ditengah Pandemi Covid 19

Dalam sebuah pertemuan, tambahnya, Presiden Joko Widodo telah menyampaikan  ancaman Resesi Global sudah benar-benar nyata dan bukan wacana lagi. Artinya semua negara di dunia ini akan terganggu. Siklus demand, supply dan produksi dipastikan terganggu.

“Artinya belanja masyarakat akan menurun. Disebabkan dua hal. Satu daya beli yang memang merosot karena naiknya tingkat kemiskinan dan rencana belanja serta investasi yang ditahan oleh kelas menengah dan atas. Akibatnya masyarakat dunia, termasuk Indonesia akan kembali ke teori Maslow,” ujarnya.

Menurut LaNyalla, teori Maslow adalah teori tentang hirarki kebutuhan manusia dalam bentuk piramida lima tingkat. Dimana paling dasar adalah kebutuhan basic, yaitu kebutuhan fisiologi atau kebutuhan untuk bisa hidup. Dan untuk bisa hidup, harus ada makanan.

BACA JUGA: KSPI Sebut Banyak Buruh Kehilangan Pekerjaan, Mengapa TKA Justru Diizinkan Bekerja di Indonesia?

Dijelaskan LaNyalla, orang akan berpikir dan bertindak untuk bisa makan terlebih dahulu dan melupakan kebutuhan-kebutuhan yang lain

Untuk itu, maka Indonesia harus berupaya melakukan percepatan dalam meningkatkan ketahanan tiga sektor tersebut. Sebab, kalau ketahanan pangan lemah, lalu rakyat tidak bisa makan, maka bisa dibayangkan kerusakan di sektor ketahanan sosial.

Indikasi lemahnya ketahanan pangan itu, terlihat dari pengurangan ekspor oleh sejumlah negara. Bulan ini, Vietnam dan India sudah menyatakan akan mengurangi ekspor bahan pangan mereka ke negara lain.

BACA JUGA: DPR Sebut Layanan Jamsostek Dinilai Sudah Berjalan Optimal Selama Pandemi Covid-19

“Artinya ada sinyal krisis global akibat Covid ini bisa menjalar ke krisis pangan dunia. Kita harus cepat kembali kepada fitrah republik ini sebagai negara agraris dan maritim. Perkuat sektor Pangan Indonesia. Saatnya kita semua bersatu padu. Saling bahu membahu. Kita bantu pemerintah menemukan arah yang tepat. Kita bantu percepatannya. Skala prioritas pembangunan dalam konteks penanganan dampak wabah ini harus kita kawal,” tegasnya.

LaNyalla juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk menghentikan polemik-polemik yang memicu kegaduhan yang tidak perlu.

BACA JUGA: Pemuda Muhammadiyah: Belum Melihat Terobosan Baru Nadiem Makarim Soal Pendidikan Di Tengah Pandemik

Mantan Ketum PSSI ini menegaskan bawah ketahanan sosial juga harus diperkuat. Tanpa ketahanan Sosial, tidak mungkin seluruh elemen bangsa bisa bahu membahu untuk membangun ketahanan pangan dan kesehatan.

“Terakhir, saya ingin menitipkan pesan kepada adik-adik saya, para mahasiswa dan pelajar yang tergabung di IKAMI Sulsel, bahwa Indonesia butuh Sumber Daya Manusia yang unggul. Tetapi juga yang berakhlak mulia dan berbudi pekerti. Jangan lupakan adab dan akhlak. Dan saya titip, generasi muda harus bisa bantu pemerintah,” katanya.(mat)


Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Comments are closed.