Ketua Komisi X: Tidak Ada Adaptasi Kurikulum di Tengah Pandemi, Indonesia Darurat Pendidikan

1778
666
Ketua Komisi X: Tidak Ada Adaptasi Kurikulum di Tengah Pandemok, Indonesia Darurat Pendidikan
Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda.
Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Komisi X DPR menilai kondisi objektif pendidikan di masa pandemik Covid-19 ini merupakan darurat pendidikan nasional. Terlebih, belum ada kurikulum adaptif yang ditawarkan oleh Kementerian Pendidikan untuk menyesuaikan situasi pandemik.

Begitu disampaikan Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda saat mengisi diskusi daring Polemik bertajuk “Pemuda dan Pendidikan Kita Dimasa Pandemi”, Sabtu (27/6).  

BACA JUGA: PDIP Dan Bungkarno Dikaitkan Dengan Komunisme, Misrawi Paparkan Jasa Bung Karno Bagi Umat Islam

“Kenapa darurat pendidikan? Karena anak-anak tidak maksimal bisa belajar. Kebijakan zona merah, orange, kuning tidak boleh melaksanakan pendidikan tatap muka. Tapi persoalan ini ketika pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah, tetap tidak efektif. Karena Kemendikbud belum menyiapkan adaptasi kurikulum,” kata Syaiful Huda.

Menurut politisi PKB ini, pentingnya kurikulum adaptif yang ditawarkan Kemendikbud di masa pandemik antara lain bertujuan agar hak atas pendidikan bisa didapatkan oleh seluruh anak bangsa tanpa terkecuali.

BACA JUGA: Berbagi Kebahagian Di Hari Bhayangkara Ke-74, Polres Badung Gelar Bakti Sosial

“Tidak semua sekolah bisa menyelenggarakan pendidikan jarak jauh, orang tua tidak punya pulsa, sekolah tidak punya kuota dan seterusnya,” sesalnya.

Akibatnya, kata Syaiful Huda, tidak sedikit sekolah-sekolah, terutama sekolah swasta yang mengalami collapse akibat pagebluk Covid-19.

“Banyak sekolah swasta yang collapse. Dari sekian ribu sekolah banyak yang collapse, karena orang tua tidak bisa bayar SPP dan seterusnya,” kata dia.

BACA JUGA: BNPT Diminta Waspadai Kelas Online Radikalisme

Atas dasar itu, Syaiful Huda menyatakan bahwa kondisi pendidikan sudah gawat dan harus segera diantisipasi oleh pemerintah dalam hal ini kementerian terkait dengan menyiapkan kurikulum adaptif tersebut.

“Kondisi objektif ini, saya menyebutnya darurat pendidikan Indonesia. Jadi resikonya besar terkait dengan ini,” pungkasnya. (ra/tm)


Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Comments are closed.