UMKM Menjamur Bukan Dirancang, Tapi Karena Tak Ada Pekerjaan Formal

1779
1428
UMKM Menjamur Bukan Dirancang, Tapi Karena Tak Ada Pekerjaan Formal
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno.
Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA (TEROPONGMETRO) – Saat ini jumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) cukup banyak di tanah air. Berdasarkan catatan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno, jumlah UMKM kini sudah mencapai 64 juta.

Jumlah ini diprediksi akan terus tumbuh. Banyak dari mereka yang menjadi pengusaha karena sulitnya mendapat pekerjaan formal dan akhirnya menjadi pengusaha karena kebutuhan, bukan karena sesuatu yang dirancang,” kata Sandiaga dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/6).

BACA JUGA: Cipayung Plus Denpasar Gelar Diskusi Virtual, Bahas Fenomena Negara ditengah Pandemi Covid 19

Namun sayang, menjamurnya pelaku UMKM belum sepenuhnya didukung strategi untuk meningkatkan usaha itu sendiri.

“Jadi ini membutuhkan upaya gabungan dari pemerintah, dunia usaha, termasuk juga masyarakat akademisi untuk sama-sama kolaborasi untuk meningkatkan kelas,” jelas Sandi.

Selain dorongan dari pemerintah, hal lain yang juga dibutuhkan adalah kombinasi bisnis pemasaran, keuangan, memanfaatkan peluang, dan sumber daya manusia.

BACA JUGA: KSPI Sebut Banyak Buruh Kehilangan Pekerjaan, Mengapa TKA Justru Diizinkan Bekerja di Indonesia?

“Kalau menjadi pengusaha by design (dirancang) itu dia akan bisa cepat naik kelasnya. Tapi kalau berwirausaha karena kebutuhan, misalnya dia jualan kuliner di satu pojok 10 tahun yang lalu dan akan terus ada di 10 tahun ke depan, ini menunjukkan bahwa kita enggak mampu meningkatkan kelas mereka,” kata Sandi.

Penggagas Rumah Siap Kerja ini juga memaparkan, menumbuhkan UMKM diperlukan ekosistem untuk menaikkan kelas usaha yang ultra mikro menjadi mikro, mikro menjadi kecil, dan kecil menjadi menengah.

BACA JUGA: DPR Sebut Layanan Jamsostek Dinilai Sudah Berjalan Optimal Selama Pandemi Covid-19

“Memang enggak ada formula yang standar. Tergantung usahanya sesi-sesi sprit ini saya belajar dari Daniel Mananta, pengalamannya membangun ‘Damn I love Indonesia’ dan menurut saya, kita harus terus belajar sebagai bagian daripada perbaikan yang terus-menerus untuk memastikan teman-teman UMKM ini bisa naik kelas,” tutupnya. (ra/tm)


Bagikan Berita Ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Comments are closed.